Viral Video Kekerasan Pelajar di Batang Hari Jambi, Polisi Periksa Korban dan Saksi
Suci Rahayu PK July 03, 2026 05:49 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN -  Jagat media sosial di Kabupaten Batang Hari, Jambi dihebohkan dengan beredarnya sebuah video aksi kekerasan terhadap seorang anak perempuan di bawah umur. 

Video berdurasi singkat tersebut mendadak viral setelah merekam aksi kekerasan fisik yang dilakukan oleh sejumlah remaja.

Merespons keresahan masyarakat atas video viral tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang Hari bergerak cepat. 

Saat ini, pihak kepolisian telah resmi menerima laporan pengaduan dari orang tua korban dan tengah melakukan penyelidikan mendalam.

Kanit PPA Polres Batang Hari, IPDA Wahyudi, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut. 

Ia menegaskan pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini dengan tetap memperhatikan koridor hukum perlindungan anak.

"Benar, kami telah menerima laporan pengaduan dari orang tua korban pada tanggal 30 Juni 2026 malam, sekira pukul 21.00 WIB. Laporan ini langsung kami tindak lanjuti mengingat korban dan para terduga pelaku masih berstatus di bawah umur," katanya saat dihubungi via WhatsApp.

Baca juga: Daftar Ketua DPW dan DPD PAN se-Provinsi Jambi periode 2024–2029

Baca juga: Tak Berani Turun dari Pohon Kelapa, Kucing Peliharaan di Kota Jambi Dievakuasi Damkar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, di Desa Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari.

Insiden bermula sekira pukul 15.30 WIB ketika korban, seorang anak perempuan berusia 13 tahun berinisial RA, bersama dua rekannya berniat berkunjung ke rumah teman mereka. 

Saat sedang menunggu di teras rumah yang dalam keadaan kosong, korban tiba-tiba didatangi oleh tiga orang remaja perempuan, yakni AM (13), ZA (13), dan RI (13).

Tanpa basa-basi, terduga pelaku ZA langsung menanyakan kepada korban terkait tuduhan adanya rumor negatif. Meskipun korban RA sudah berulang kali membantah tuduhan tersebut secara baik-baik, situasi justru memanas.

Secara mendadak, ZA melakukan tindakan kekerasan fisik yang menyasar bagian wajah korban. Aksi tersebut kemudian memicu AM dan RI untuk ikut melakukan kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan korban terjatuh.

Aksi keributan tersebut sempat dilerai oleh seorang warga setempat. Namun, saat korban hendak menjauh, salah satu terduga pelaku dilaporkan kembali melakukan tindakan intimidasi fisik dan melontarkan ancaman verbal kepada korban.

Pasca-kejadian pertama, korban bersama dua temannya pergi menyelamatkan diri ke area pinggir sungai Desa Jangga untuk menenangkan diri. Namun sekira pukul 16.30 WIB, para terduga pelaku kembali mendatangi keberadaan korban.

Di lokasi kedua ini, tindakan kekerasan fisik kembali berulang. Terduga pelaku ZA dan AM diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama hingga membuat korban tidak berdaya. 

Mirisnya, tindakan pada gelombang kedua ini sengaja direkam menggunakan ponsel oleh AM, yang kini videonya tersebar luas dan viral di media sosial.

Aksi tersebut akhirnya terhenti setelah seorang saksi lain datang melerai dan langsung membawa korban menjauh dari lokasi untuk dievakuasi pulang ke rumahnya.

Guna melengkapi berkas penyelidikan, Unit PPA Polres Batang Hari telah melakukan sejumlah langkah taktis. Polisi memastikan bahwa kondisi fisik dan psikologis anak korban menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap anak korban serta para saksi yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, tindakan visum et repertum terhadap korban juga telah dilakukan untuk kepentingan alat bukti medis," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan pihaknya tidak hanya fokus pada penegakan hukum, melainkan juga pemulihan trauma korban.

"Mengingat korban masih berusia 13 tahun, kami memberikan pendampingan khusus untuk mengecek kondisi psikologisnya. Kami juga sudah cek tempat kejadian perkara (TKP) serta melayangkan surat undangan klarifikasi kepada para terduga pelaku yang identitasnya sudah kami kantongi," tutupnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Penemuan Mayat di Dekat Polda Jambi, Diduga Meninggal Akibat Sakit

Baca juga: Loker Jambi: PT Agro Bumi Sumatera Buka Rekrutmen Posisi Accounting, Minimal D3/S1 Akuntansi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.