WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kawasan Balai Kota Depok, tepatnya di area Depok Open Space (DOS) direnovasi menjadi pusat olahraga baru yang ramah kantong bagi warganya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah mengebut pembangunan sejumlah fasilitas olahraga, mulai dari lapangan tenis hingga perluasan jogging track, yang seluruhnya bisa dinikmati masyarakat secara gratis.
Pantauan Warta Kota di lokasi pada Jumat (3/7/2026), area DOS kini tertutup untuk umum.
Pagar seng terlihat menutup seluruh area.
Untuk sementara, area olahraga warga itu tidak bisa digunakan.
Sementara, sejumlah pekerja terlihat masih mengerjakan pembangunan di sejumlah titik area DOS.
Wali Kota Depok, Supian Suri menyampaikan, area DOS kini sementara ditutup untuk umum selama proses pembangunan lapangan tenis.
Usulan pembangunan lapangan tenis katanya merujuk permintaan warga, khususnya para pencinta olahraga tenis yang selama ini kerap mengeluhkan tingginya biaya sewa lapangan.
"Banyak sekali pencinta tenis yang hari ini kesulitan mendapatkan lapangan, sehingga biaya sewanya sangat mahal," ujar Supian Suri pada Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Ini Perbudakan! Kata Said Iqbal Soroti Upah Rp500 Ribu Korban Penyekapan di Senen
Oleh karena itu, Supian menegaskan bahwa fasilitas baru ini sengaja dibangun sebagai solusi ruang publik yang inklusif.
“Mudah-mudahan hadirnya lapangan tenis di Balai Kota menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa harus membayar,” tambahnya.
Tidak hanya lapangan tenis, Pemkot Depok juga memahami betul dinamika warga yang hobi lari di kawasan Balai Kota.
Mengingat tingginya antusiasme warga pada pagi dan sore hari, lintasan lari yang ada saat ini dinilai sering memicu "kemacetan" antara pelari cepat dan pejalan kaki.
Untuk mengatasinya, Pemkot tengah membangun jogging track baru dengan lintasan yang jauh lebih luas dan panjang.
”Satu lintasan sepanjang kurang lebih 300 meter,” ujarnya.
”Hadirnya dua lintasan terpisah. Lintasan baru yang lebih luas dirancang khusus agar para pelari tidak lagi terhambat oleh rombongan warga yang berjalan kaki santai,” sambungnya.
Penataan ulang kawasan Balai Kota ini menjadi komitmen Pemkot Depok untuk mengembalikan fungsi fasilitas negara kepada rakyat.
Supian mengingatkan bahwa seluruh anggaran pembangunan ini berasal dari rakyat, sehingga manfaatnya pun harus kembali seutuhnya ke tangan rakyat.
“Balai Kota ini milik masyarakat. Kita ingin masyarakat memiliki tempat ini dan bisa menikmati seluruh fasilitas yang kita siapkan,” pungkas Supian.
Dengan wajah baru ini, Balai Kota Depok bersiap bertransformasi bukan lagi sekadar pusat administrasi pemerintahan yang kaku, melainkan ruang publik yang hidup, sehat, dan menyatukan seluruh lapisan warga. (m38)