SURYA.CO.ID, SURABAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengajak para orang tua memanfaatkan masa libur sekolah dengan mengajak anak bermain permainan tradisional.
Aktivitas sederhana ini dinilai mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Di tengah semakin kuatnya ketergantungan anak terhadap gawai, masa liburan menjadi kesempatan berharga untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih aktif, interaktif, dan penuh makna.
Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk belajar bersosialisasi, bergerak aktif, mengenal budaya, hingga membangun karakter melalui interaksi langsung dengan keluarga maupun teman sebaya.
Menurut Arumi, permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi perkembangan sosial, emosional, fisik, maupun kognitif anak secara seimbang.
Ia menjelaskan, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membangun komunikasi antaranak, memperkuat interaksi sosial, serta merangsang kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sejak dini.
Baca juga: Nuansa Klasik dan Kuliner Tradisional Warnai Perayaan Hari Jadi Lamongan ke-457
“Melalui permainan tradisional, anak belajar berkomunikasi, bekerja sama, menghargai teman, sekaligus mengembangkan kemampuan kognitifnya secara alami,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Arumi menilai momen liburan sekolah menjadi kesempatan yang tepat bagi orang tua untuk lebih dekat dengan anak melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Selain mempererat hubungan keluarga, kegiatan bermain bersama juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
Sebagai seorang ibu, Arumi mengaku terus berupaya mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anaknya. Menurutnya, permainan seperti ini mampu memberikan stimulasi perkembangan yang baik sekaligus mengajarkan berbagai nilai positif.
Arumi mengingatkan penggunaan gadget secara berlebihan tanpa pengawasan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.
Baca juga: Akses Wisata Pantai Malang Selatan Semakin Mulus Jelang Libur Sekolah
Dampaknya tidak hanya memengaruhi kemampuan berinteraksi, tetapi juga berpotensi memicu gangguan emosi, keterlambatan bicara, hingga meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
“Karena itu, orang tua perlu mengatur penggunaan gadget dan memperbanyak aktivitas fisik maupun permainan yang melibatkan interaksi langsung,” katanya.
Lebih lanjut, Arumi mengatakan permainan tradisional juga berkontribusi terhadap kesehatan fisik anak. Aktivitas bermain di luar ruangan dapat membantu membentuk postur tubuh yang baik, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membiasakan anak menjalani gaya hidup aktif.
Selain menjaga kesehatan fisik, Arumi menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. Menurutnya, kasih sayang harus dibarengi dengan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat agar anak memperoleh kebutuhan gizi, pendidikan, dan stimulasi sesuai usianya.
“Cinta kepada anak harus dibarengi dengan ilmu. Orang tua perlu memahami kebutuhan anak sesuai usia, mulai dari pemenuhan gizi hingga stimulasi pendidikan formal maupun informal,” ujarnya.
Ia juga mendorong orang tua mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak usia dini melalui cerita rakyat, legenda daerah, dan permainan tradisional yang sarat nilai edukasi serta pembentukan karakter.
Di akhir pesannya, Arumi kembali mengajak para orang tua menjadikan masa liburan sekolah sebagai momentum mempererat hubungan dengan anak melalui aktivitas bermain bersama.
“Luangkan waktu bersama anak. Permainan tradisional bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membangun karakter, kesehatan, dan kecerdasan mereka untuk masa depan,” pungkasnya.