Banyuwangi Perkuat Pengelolaan Sampah melalui Pembangunan TPS3R Kertosari
Titis Jati Permata July 03, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI – Banyuwangi kembali memperkuat sistem pengelolaan sampahnya. Kali ini, dukungan datang dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. 

Namun, di balik pembangunan fasilitas berkapasitas 50 ton itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan,  persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan membangun infrastruktur.

Pembangunan TPS3R Kertosari resmi dimulai, Jumat (3/7/2026), ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. 

Target Rampung 10 Bulan

Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 10 bulan.

Nantinya, TPS3R ini akan menjadi pusat pengolahan sampah yang telah dipilah dari rumah tangga di kawasan perkotaan. 

Keberadaannya diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Baca juga: Strategi Bea Cukai Banyuwangi Tekan Peredaran Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal

Didanai Pemerintah UEA melalui program Clean Rivers, TPS3R Kertosari memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan diproyeksikan melayani 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta wilayah sekitarnya.

"TPS3R Kertosari ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah yang ada di kota. Karena kota ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, maka pengelolaan sampah memang harus ditangani secara khusus," kata Ipuk kepada SURYA.co.id

Warga Sadar Pengelolaan Sampah

Meski begitu, Ipuk mengingatkan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas baru.

"Kami harapkan nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga," sambung Ipuk.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah menjadi kunci agar sistem yang dibangun dapat berjalan optimal.

Ipuk juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan sistem pengelolaan sampah di Banyuwangi. Sebelum UEA, pembangunan infrastruktur serupa juga mendapat dukungan dari Pemerintah Norwegia dan perusahaan asal Austria.

Fasilitas Ketiga Jaringan Pengolahan Sampah

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, TPS3R Kertosari menjadi fasilitas ketiga dalam jaringan pengolahan sampah berkelanjutan yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.

Sebelumnya, TPS3R di Desa Baluk, Kecamatan Songgon telah beroperasi sejak 2023 dengan kapasitas 100 ton per hari dan melayani 73 desa. 

Sementara itu, TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo saat ini masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 50 persen. 

Fasilitas tersebut dirancang berkapasitas 160 ton per hari dan akan melayani 37 desa di delapan kecamatan.

"Dua TPS3R pertama ini dibangun dengan pendanaan dari Pemerintah Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis," ujar Bayu.

Pengembangan infrastruktur pengolahan sampah di Banyuwangi juga belum berhenti. Setelah Kertosari, pemerintah telah menyiapkan dua lokasi pembangunan TPS3R berikutnya.

"Setelah Kertosari, akan ada dua tempat pengelolahan sampah yang akan dibangun ke depan. Yakni di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Untuk di Genteng, pembangunan melalui program Clean Rivers dan didanai Uni Emirat Arab. Sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU," lanjut Bayu.

Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah Banyuwangi

Sementara itu, Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, menilai pembangunan TPS3R Kertosari bukan sekadar menambah fasilitas, melainkan bagian dari pembenahan menyeluruh sistem pengelolaan sampah di Banyuwangi.

“Kami memperkuat keseluruhan ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir. TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Lintong.

Dengan tambahan TPS3R ini, Banyuwangi terus memperluas jaringan pengolahan sampah berbasis wilayah. 

Namun, pemerintah menilai investasi terbesar tetap berada pada perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.