KONI Kabupaten Malang Butuh Anggaran Rp 10 Miliar untuk Pembinaan Atlet Jelang Porprov Jatim 2027
Eko Darmoko July 03, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - KONI Kabupaten Malang telah melakukan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X pada 2027 mendatang.

Selama persiapan ini, idealnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk operasional serta pembinaan atlet.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, sebelum menghadapi Porprov Jatim di Kota Surabaya, pihaknya saat ini masih fokus dalam penataan administrasi.

Ke depan segala administrasi persuratan maupun keuangan akan dilakukan secara elektronik.

"Satu per satu mulai kami rapikan, baik itu persuratan maupun keuangan semuanya secara elektronik sehingga semua tercatat dan terdata."

"Sehingga kepengurusan harian sudah mulai melakukan e-budgeting," kata Zulham kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Ada 22 Jabatan Kosong di Pemkab Malang, PDIP Sentil Sekda Jangan Suka Memelihara Pejabat Plt

Selanjutnya, seluruh cabang olahraga (cabor) kini diwajibkan memiliki rekening.

Total dari 68 cabor, baru 10 persen yang sudah memiliki rekening.

Sisanya, pengurus KONI Kabupaten Malang akan membantu membuatkan rekening secara bertahap.

Selain itu, pada Porprov Jatim X, KONI menargetkan Kabupaten Malang masuk sebagai runner up.

Target dilakukan setelah sebelumnya pada Porprov IX, Kabupaten Malang berada di peringkat keempat.

"Maka untuk meraih target tersebut dimulai dengan Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang dimulai tahun ini sampai tahun depan."

"Dukungan dana juga harus siap, tapi kami bereskan dulu administrasinya," ujarnya.

Zulham menyampaikan, idealnya dukungan anggaran yang dialokasikan ke cabor nilainya sebesar Rp 10 miliar.

Namun, tahun ini Pemkab Malang baru mengalokasikan sebesar Rp 1,5 miliar.

Pada periode pertama sudah disalurkan sebesar Rp 800 juta.

Sementara itu, tahun ini pada perubahan anggaran keuangan (PAK) akan diajukan tambahan Rp 2 miliar.

Sehingga total untuk operasional serta pembinaan atlet Kabupaten Malang pada tahun ini sebesar Rp 3,5 miliar.

"Idealnya pengelolaan butuh Rp 10 miliar karena cabor kami kan banyak."

"Sementara ini mereka mandiri mulai dari alat, vitamin, dan lainnya. Maka Pemerintah Kabupaten Malang harus hadir," imbuhnya.

Di sisi lain, KONI Kabupaten Malang akan menarik atlet yang dipinjamkan ke kota/kabupaten lain.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat atlet KONI agar target runner up bisa tercapai.

"Total atlet yang kami pinjamkan ada 1.000 sekian, nah ini akan kami tarik untuk dikembalikan lagi," pungkas Zulham.

Baca juga: Dugaan Pengeroyokan, Status Wakil Ketua KONI Kota Batu Cs Akan Diputus Usai Gelar Perkara Penyidikan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.