TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Sebanyak 837 peserta Nusra Youth Day (NYD) III dari sembilan keuskupan di wilayah gerejawi Nusa Tenggara dan Bali melakukan ziarah kreatif ke sejumlah situs rohani ikonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini menjadi agenda lanjutan setelah Misa pembukaan di Gelora Samador, Kamis (2/7/2026). Para peserta, yang selama rangkaian acara menginap di rumah-rumah umat di Paroki Santo Mikael Nita, dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyusuri tempat rohani.
Dalam ziarah kreatif ini, peserta mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam.
Kelompok pertama menuju Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa di Desa Wuliwutik, serta Gereja Tua Sikka bangunan bersejarah dari tahun 1896 yang arsitekturnya mengadopsi desain Katedral Jakarta.
Baca juga: OMK Paroki Ili Bahagia Menyambut Kedatangan Peserta NYD Bali-Nusra
Perjalanan berlanjut ke Wisung Fatima Lela, pusat pelayanan rohani di wilayah Lela. Rangkaian ditutup Misa yang dipimpin Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro, disusul sesi "Ngopi" (Ngobrol Pintar).
Kelompok kedua mengunjungi Replika Kota Betlehem di Nele yang terletak di perbukitan, serta Gereja Paroki Ili. Puncak ziarah di kelompok ini adalah situs Watu Krus (Batu Salib) di Bola, tempat di mana jejak sejarah kedatangan bangsa Portugis dan awal penyebaran iman Katolik di wilayah ini. Kegiatan ditutup dengan dialog bersama Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan Misa di Gereja Paroki Bola.
Kelompok ketiga bergerak ke sisi utara Sikka mengunjungi Patung Kristus Raja Maumere, situs ikonik yang diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Rombongan juga menyambangi Gua Maria Watu Ewa di Magepanda. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Paul Budi Kleden.
Khusus bagi kelompok kedua, pengalaman di Pantai Watu Krus memberikan kesan mendalam. Di bawah naungan salib yang tertancap di atas batu karang menghadap laut lepas, para peserta duduk beralaskan anyaman daun kelapa.
Di tengah deburan ombak, mereka mendengarkan narasi sejarah tentang bagaimana situs tersebut menjadi saksi bisu masuknya agama Katolik di wilayah tersebut. Momen ini dilanjutkan dengan dialog interaktif antara OMK dan Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan ditutup Misa.
Antusiasme peserta tak terbendung meski harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Yunita Gole Ina dan Yulita Danga Milla, peserta dari Keuskupan Weetebula, mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang berharga.
"Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi kesempatan untuk mengenal akar iman di Sikka sekaligus mempererat persaudaraan antar-OMK dari berbagai daerah di Nusra dan Bali," ungkap mereka.