TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Hamparan pegunungan layaknya di Swiss menjadi daya tarik Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Tak heran, tempat ini dijuluki sebagai Swiss Van Java yang kini dikembangkan sebagai tempat wisata baru.
Saat cuaca cerah, terlebih memasuki pergantian musim seperti sekarang ini, pemandangan pegunungan di Garung terlihat semakin jelas dengan langit biru yang membentang di atasnya.
Lokasinya berada sekitar 30 menit dari pusat Kota Wonosobo.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dieng, Swiss Van Java kerap menjadi destinasi persinggahan setelah melintasi jalur Curug Sikarim.
Tidak sedikit pula wisatawan yang memilih menggunakan kendaraan jeep agar dapat menikmati perjalanan menyusuri kawasan pegunungan dengan lebih leluasa.
Sesampainya di lokasi, pengunjung biasanya mengabadikan momen dengan latar pegunungan, menikmati udara segar khas dataran tinggi, hingga berinteraksi langsung dengan Domba Wonosobo yang kini menjadi ikon baru Swiss Van Java.
Baca juga: Dieng Masih Jadi Favorit Wisatawan yang Berkunjung ke Wonosobo, Swiss Van Java dan Blemben Menyusul
Selain itu, tersedia pula area edukasi kelinci dan domba yang menjadi favorit anak-anak serta panorama Lembah Bismo yang banyak diburu wisatawan.
Petugas Swiss Van Java, Solih mengatakan, aktivitas memberi makan domba Wonosobo menjadi satu di antara spot paling banyak dicari pengunjung.
"Yang sekarang lagi ikonik, terus lagi booming, domba Wonosobo. Kemudian, ada spot kelinci untuk edukasi anak, terus spot lain ada Lembah Bismo," ungkapnya, Jumat (3/7/2026).
Wisatawan dapat melihat domba dari dekat, berfoto, hingga memberi makan domba secara langsung.
Menurut Solih, spot wisata tersebut baru dibuka sekitar tiga bulan lalu.
Sementara, kawasan wisata Swiss Van Java sendiri mulai beroperasi sekitar tujuh bulan yang lalu.
Meski tergolong baru, antusiasme wisatawan disebut terus meningkat, terutama saat akhir pekan.
"Kalau untuk weekend, Jumat, Sabtu, Minggu itu ribuan pengunjung," sebutnya.
Tak hanya didominasi wisatawan lokal, Swiss Van Java juga mulai dikenal wisatawan mancanegara.
Solih menyebut, pada hari kerja, justru cukup banyak tamu asing yang datang berkunjung.
"Ada dari Singapura, dari Thailand. Kemarin juga ada orang Swiss langsung datang ke sini," sebutnya.
Keberadaan wisatawan asing tersebut menunjukkan daya tarik panorama pegunungan di Swiss Van Java mulai dikenal lebih luas.
Pemandangan alam yang terbuka dengan latar pegunungan menjadi alasan banyak pengunjung memilih berhenti dan menikmati suasana.
Swiss Van Java buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Daftar Agenda Rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo
Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.
Dengan harga tersebut, wisatawan sudah dapat menikmati seluruh area wisata tanpa dikenakan tiket tambahan.
"Untuk loket termasuk ini untuk akses semua wisata, jadi nggak bayar loket lagi di belakang Rp10.000. Jadi sudah bisa akses semua tempat," jelasnya.
Sementara, bagi wisatawan yang ingin memberi makan satwa, pakan dijual secara terpisah.
"Untuk pakannya itu beda, soalnya ada yang supply," lanjutnya.
Salah seorang wisatawan, Noviandari mengaku sengaja datang dari Solo bersama keluarga untuk menikmati liburan di kawasan Dieng selama tiga hari dua malam.
Swiss Van Java menjadi satu di antara destinasi yang ia kunjungi dalam rangkaian perjalanan wisata tersebut.
Menurut Noviandari, domba Wonosobo memiliki karakter yang berbeda dibandingkan domba yang pernah ia lihat di daerah lain.
"Lucu ya, beda sama domba-domba di luar Dieng itu. Telinganya yang lucu," ungkapnya.
Baca juga: Pak Hang Wonosobo Jual Barang Antik hingga Dibanderol Ratusan Juta
Selain tertarik dengan satwa, ia juga terkesan dengan panorama alam yang tersaji di Swiss Van Java.
"Keren banget, keren banget, full keren. Ini kayak pegunungan di Swiss ya, keren banget pokoknya," lanjutnya.
Sebelum singgah di Swiss Van Java, Noviandari bersama keluarganya terlebih dahulu menikmati wisata Curug Sikarim.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Kebun Teh Panama, Telaga Menjer, kemudian menginap di Kabin Sunrise sebelum kembali ke Solo.
"Tadi dari Curug Sikarim terus ke Domba ini sip banget," ujarnya.
Ia mengatakan, kunjungan kali ini merupakan perjalanan keduanya ke kawasan Dieng.
Meski demikian, kehadiran domba Wonosobo memberikan pengalaman baru yang membuat perjalanan terasa berbeda dari kunjungan sebelumnya.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama pegunungan secara maksimal, pagi hingga menjelang siang menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung.
Pada saat cuaca cerah, bentang pegunungan terlihat begitu jelas dengan hamparan langit biru yang mempertegas keindahan lanskap alam Swiss Van Java.
Perpaduan panorama pegunungan, udara sejuk, Domba Wonosobo, area kelinci, serta Lembah Bismo menjadikan Swiss Van Java sebagai salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat berwisata ke Wonosobo maupun kawasan Dieng. (*)