Bedah Nutrisi Si Kecil, Memahami Beda Susu Segar dan Susu Rekonstitusi demi Tumbuh Kembang Optimal
Willem Jonata July 03, 2026 08:24 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama ini tidak sedikit orangtua yang hanya terpaku pada deretan kandungan vitamin atau mineral saat membelikan produk nutrisi untuk buah hati mereka. 

Padahal, ada aspek krusial lain yang kerap luput dari perhatian, yakni bahan dasar susu serta bagaimana proses pengolahannya.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan setiap produk nutrisi anak yang beredar di pasaran bisa melewati proses produksi yang sangat berbeda satu sama lain.

Oleh karena itu, Prof. Rini meminta para orangtua agar tidak gampang terbuai oleh jargon atau klaim nutrisi yang dipajang di bagian depan kemasan. 

Klaim-klaim mentereng tersebut nyatanya belum tentu menggambarkan isi produk secara utuh.

Baca juga: Kulit Putra Amanda Manopo Sensitif, Baby Zac Alergi Sama Susu Sapi dan Ikan

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk," kata Prof. Rini dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai variasi bahan dasar susu akan membantu para orangtua dalam menilai sebuah produk nutrisi anak secara lebih menyeluruh. 

Langkah paling mudah yang bisa dipraktikkan sebelum membeli adalah dengan membiasakan diri membaca daftar komposisi di bagian belakang kemasan.

Saat memeriksa label komposisi tersebut, orangtua tidak hanya perlu melihat urutan bahannya, tetapi juga wajib mencermati jenis bahan baku utama yang digunakan, khususnya pada produk nutrisi yang berbahan dasar susu.

Prof. Rini memaparkan, jika dalam daftar komposisi tercantum istilah susu segar, hal itu mengindikasikan bahwa produk tersebut memakai susu sapi segar sebagai fondasi formulasinya. 

Melalui tahapan pengolahan yang lebih ringkas, bahan baku utama ini langsung diproses menjadi produk akhir. 

Metode ini mampu mempertahankan kualitas nutrisi alami susu karena tidak perlu melewati paparan suhu panas tinggi secara berulang-ulang.

Beda Susu Segar dengan Susu Rekonstitusi

Kondisi ini berbanding terbalik jika orangtua mendapati tulisan susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi pada daftar bahan baku. 

Menurut Prof. Rini, susu rekonstitusi maupun susu rekombinasi pada umumnya menggunakan susu bubuk sebagai bahan dasar utamanya. 

Bahan bubuk tersebut nantinya bakal dicampur lagi dengan air beserta komponen tambahan lainnya, sebelum akhirnya masuk ke rangkaian tahapan pengolahan lanjutan sampai menjadi produk jadi.

Prof. Rini juga menggarisbawahi informasi terkait bahan baku utama ini sejatinya tidak boleh dilepaskan dari proses pengolahannya. 

Beberapa komponen nutrisi penting yang ada di dalam susu, contohnya seperti protein bioaktif, jenis vitamin tertentu, hingga enzim, memiliki sifat yang sangat peka alias sensitif terhadap suhu panas yang tinggi atau proses pemanasan yang dilakukan berkali-kali.

Atas dasar itulah, informasi mengenai asal-usul bahan, jenis susu yang dipakai, hingga bagaimana cara pengolahannya menjadi poin penting yang wajib dipahami oleh orangtua. 

Dengan mencermati aspek-aspek ini, orangtua tidak lagi sekadar menilai kualitas produk dari zat-zat tambahan yang diiklankan di kemasan luar, melainkan paham betul mengenai bahan dasar serta proses produksi di baliknya.

"Karena itu, orangtua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini.

Lebih lanjut, beliau menjabarkan urutan penulisan bahan dalam daftar komposisi sejatinya bisa menjadi petunjuk bagi orangtua untuk mengetahui bahan apa yang porsinya paling dominan di dalam produk tersebut.

Di samping itu, tabel informasi nilai gizi juga tetap harus dibaca secara bersamaan dengan daftar komposisi. 

Langkah ini penting agar orangtua mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai total kandungan nutrisi per sajian sekaligus zat-zat penyusunnya.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," ungkapnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.