Melihat Kampung Lauk Bubulak Bogor, Pernah Jaya Saat Pandemi Covid-19, Kini Cuman Sisa Cerita
Vivi Febrianti July 03, 2026 07:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Kampung Lauk Bubulak yang berlokasi di Kampung Babakan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menjadi salah satu kampung wisata yang berdiri saat pandemi Covid-19 silam atau sekira periode 2019-2020.

Kampung ini bahkan dijuluki Kampung Lauk karena warga menebar lauk atau ikan.

Tidak di kolam pemancingan atau akuarium, warga menebar ikan di saluran air atau selokan yang tidak begitu lebar namun airnya deras.

Berbagai macam jenis ikan dan warna pernah menghiasi saluran air.

Berkat itu pula, nama Kampung Lauk Bubulak disematkan.

Bahkan, jika ada yang berkunjung ke lokasi ini tidak harus kesulitan sebab di depan gang diberikan petunjuk jalan.

"Dulu sih pas Covid ada kampung ini. Jadi, ya kegiatannya ya nebar ikan dulu awalnya," kata salah seorang warga Teh Ade kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (3/7/2026).

Saat itu pengurus di kampung ini aktif sebab tidak ada aktifitas diluar rumah karena dibatasi oleh aturan.

Kampung ini dihias sedemikian rupa bahkan menjadi salah satu kampung unggulan di Kota Bogor.

"Dicat warna-warni juga temboknya. Terus ada tanaman-tanaman hiasnya. Ya ditata lah dulu sama pengurus yang memang warga sini juga," ujarnya.

Saat Covid sudah mereda, Kampung Lauk ini semakin ramai dikunjungi oleh warga luar kampung.

Mereka penasaran ikan sengaja disebar di selokan atau saluran air.

Warga yang berkunjung takjub dengan kebersihan dan kerapihan Kampung Lauk ini.

"Airnya juga bening karena ya memang dirawat. Ikannya keliatan langsung gitu. Jadi warga yang kesini pun senang ditambah juga penasaran," ujarnya.

Daya tarik Kampung Lauk ini sampai membuat youtuber berdatangan.

Tidak hanya itu warga negar asing atau sering disapa bule juga berdatangan.

Pengurus kampung pun semakin semangat dan menambah perawatannya.

Mereka juga sampai menyiapkan fasilitas pemberian pakan sebagai daya tarik wisatanya.

Namun,  sudah dua tahun nama Kampung Lauk Bubulak tinggal cerita.

Sekira dua tahun kampung yang dekat dengan Terminal Bubulak ini tidak terurus.

Air kini keruh, ikan menghilang, serta banyak sampah yang terlihat dialiran sungai.

Aliran air ini dijadikan tempat bermain anak-anak kecil.

Mereka sudah tidak peduli padahal masih ada beberapa ikan yang berenang.

Ikan-ikan yang tersisa terlihat cukup besar. Beberapa keramba ikan juga masih terpasang di selokan air ini.

"Ya sekarang mah sisa segitu aja. Banyak sampah, terus ikannya juga pada gaada sekarang mah. Cuman sisa beberapa aja," ucapnya.

Ia berharap, kampung ini kembali dihidupkan sebagai kampung wisata.

Warga luar kampung berdatangan dan turut membantu ekonomi warga sekitar.

"Namanya sudah ada kan. Ya kalau bisa dihidupkan lagi aja. Harusnya dibantu juga sama pemerintah," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.