TRIBUNJAKARTA.COM - Peristiwa kecelakaan hari ini di Lamongan, pemotor gagal menyalip truk boks pada Jumat (3/7/2026) siang.
Insiden kecelakaan maut itu tepatnya di 'jalur tengkorak' Jalan Raya Lamongan-Babat, kawasan Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sekira pukul 11.17 WIB.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni sepeda motor Honda bernomor polisi S 3680 DN dengan truk tronton boks bernopol B 9609 BEV.
Identitas Korban
Pemotor dilaporkan tewas yakni seorang pemuda berinisial SJ (19), warga Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan, truk tronton boks dikemudikan oleh D (63), pria asal Kecamatan Bululor, Kota Semarang.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid menyampaikan kronologi kecelakaan tersebut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan dari saksi mata di lokasi, insiden dipicu akibat gagal menyalip.
"Peristiwa bermula saat korban melaju dari arah timur menuju ke barat. Saat itu, korban berupaya mendahului truk tronton boks yang berjalan searah di depannya," terang Ipda M. Hamzaid dikutip dari TribunJatim.com, Jumat (3/7/2026).
Namun, perhitungan korban saat ingin mendahului truk diduga kurang tepat.
Upaya korban untuk mendahului tidak berhasil hingga memicu benturan samping atau senggolan yang sangat keras antara bodi motor dan truk tronton boks tersebut.
Korban lalu terpelanting ke aspal jalan setelah terhantam. Korbam mengalami cedera parah dan luka berat pada bagian kepala.
SJ pun mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Mendapat laporan kecelakaan dari warga, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan bersama anggota Polsek Babat langsung bergegas menuju ke TKP untuk melakukan penanganan darurat.
Petugas di lapangan dengan sigap mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.
Selain itu, polisi langsung menggelar olah TKP awal, mengamankan barang bukti kendaraan, meminta keterangan pengemudi truk, serta mengatur sirkulasi arus lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur poros utama tersebut.
Menyikapi kecelakaan maut ini, Ipda M. Hamzaid memberikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan agar selalu mengedepankan aspek keselamatan (safety riding) saat berkendara di jalan raya, terutama saat hendak mendahului kendaraan bertubuh besar di jalur cepat.
"Kami minta pastikan kondisi jalan benar-benar aman, memiliki ruang pandang yang cukup luas, serta selalu mematuhi marka dan peraturan lalu lintas untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal," pungkasnya.