TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Siswa yang belum dinyatakan lulus dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK di Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun ajaran 2026/2027 masih memiliki kesempatan untuk mendaftar melalui tahap pengisian kursi kosong.
Tahap ini hanya dibuka bagi sekolah yang belum memenuhi daya tampung, sedangkan sekolah yang kuotanya telah terpenuhi tidak lagi menerima pendaftaran pada jalur tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof Aris Badara, mengatakan pengisian kursi kosong dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.
Calon peserta didik dapat mendaftar secara offline di sekolah tujuan dengan membawa dokumen persyaratan, seperti ijazah, akta kelahiran, kartu keluarga, dan berkas pendukung lainnya.
Berdasarkan data sistem SPMB Sultra, sebanyak 31.076 calon siswa telah dinyatakan lulus.
Baca juga: Jadwal & Syarat Daftar Ulang Calon Siswa SMA-SMK di Sulawesi Tenggara Usai Dinyatakan Lulus SPMB
Sementara Dikbud Sultra menyediakan 64.838 kuota, terdiri atas 42.514 kursi SMA dan 22.324 kursi SMK.
Sehingga, masih tersedia 33.762 kursi di 399 sekolah yang tersebar di Sulawesi Tenggara.
“Hasil monitoring dan evaluasi di 17 kabupaten dan kota, terdapat penurunan jumlah penduduk usia 13 hingga 15 tahun. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah, meski sekolah-sekolah favorit tetap mampu memenuhi kuota,” kata Prof Aris saat diwawancarai di kantornya, Jumat (3/7/2026).
Selain itu, penurunan peminat di SMK terjadi pada program keahlian bidang keteknikan yang selama ini didominasi siswa laki-laki.
Hal tersebut terjadi karena berdasarkan data kependudukan, populasi perempuan pada kelompok usia tersebut lebih besar.
Baca juga: Cek Pengumuman Hasil SPMB SMA-SMK 2026 di Sulawesi Tenggara, Pendaftar 34.404, 30.434 Kuota Lowong
Faktor lainnya yang turut memengaruhi adalah persebaran sekolah yang belum merata.
Di beberapa wilayah terdapat sekolah dengan lokasi yang saling berdekatan, sehingga jumlah pendaftar tidak tersebar secara seimbang.
“Ke depan ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk memetakan kembali posisi sekolah agar distribusi siswa lebih merata,” ujarnya.
Selain itu, sekolah di bawah kementerian lain, seperti Madrasah Aliyah Negeri (MAN), kini semakin diminati karena terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Persaingan tersebut ikut memengaruhi jumlah pendaftar di sekolah negeri yang berada di bawah naungan Dikbud Sultra.
Baca juga: Pendaftar SPMB SMAN 1 Kendari Capai 860 Orang, Sejumlah Calon Siswa Tarik Berkas Hari Terakhir
“Ke depan kami juga akan terus meningkatkan mutu sekolah agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Prof Aris menyebut khusus di Kota Kendari, SMA yang masih memiliki kuota antara lain SMAN 3 Kendari, SMAN 7 Kendari, SMAN 9 Kendari, SMAN 10 Kendari, dan SMAN 12 Kendari.
Sementara untuk SMK, hampir seluruh sekolah masih membuka kuota penerimaan siswa baru.
“Kami berharap calon siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga distribusi peserta didik di setiap sekolah menjadi lebih merata,” jelasnya.
Kantor Dinas Dikbud Sultra berada di Jalan Abunawas, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)