Asmo Sulsel Ingatkan Mahasiswa Unibos: Helm hingga Safety Check Bisa Kurangi Risiko Kecelakaan
Hasriyani Latif July 03, 2026 08:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperluas kampanye keselamatan berkendara melalui program edukasi Cari Aman. 

Kali ini, sekitar 40 mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, mendapat pembekalan mengenai teknik berkendara yang aman dan bertanggung jawab, Jumat (3/7/2026).

Asmo Sulsel rutin mengampanyekan keselamatan berkendara karena keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

Juga sejalan dengan komitmen Honda dalam menciptakan budaya berkendara yang aman.

Pengendara sepeda motor masih menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan. 

Kota Makassar menduduki peringkat pertama dengan jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tertinggi di Sulawesi Selatan hingga April 2026.

Data Jasa Raharja, sebanyak 1.508 kejadian tersebar di enam kecamatan yang diidentifikasi sebagai zona rawan.

Baca juga: Dukung Program Go Safe-T, Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding di 3 Kecamatan Rawan Kecelakaan

Enam kecamatan itu adalah Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Rappocini, dan Manggala.

Melalui edukasi safety riding, Astra Motor selaku main dealer motor Honda di Sulawesi Selatan, Sulawesi barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar berkendara lebih aman dan tertib.

Edukasi dipandu Restu Wahdini, instruktur safety riding wanita pertama Asmo Sulsel. 

Para mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun kebiasaan berkendara yang aman.

Mulai dari mengenali penyebab umum kecelakaan hingga cara mengurangi risiko saat berada di jalan raya.

Tak hanya membahas teknik mengendarai sepeda motor, Dini juga menekankan pentingnya persiapan sebelum berkendara. 

Ia mengingatkan peserta agar selalu menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar.

Seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu, serta membiasakan melakukan safety check untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima.

Selain itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai etika berlalu lintas.

SAFETY RIDING - Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Restu Wahdini dan Wanny foto bersama peserta di sela edukasi Cari Aman kepada puluhan mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Bosowa (Unibos), Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (3/7/2026). Mahasiswa mendapat pembekalan mengenai teknik berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
SAFETY RIDING - Instruktur Safety Riding Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Restu Wahdini dan Wanny foto bersama peserta di sela edukasi Cari Aman kepada puluhan mahasiswa Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Bosowa (Unibos), Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (3/7/2026). Mahasiswa mendapat pembekalan mengenai teknik berkendara yang aman dan bertanggung jawab. (Dok Asmo Sulsel)

Mulai dari mematuhi rambu dan aturan jalan, menjaga jarak aman, hingga menghormati pengguna jalan lainnya. 

Menurut Dini, kemampuan mengendalikan sepeda motor harus diimbangi dengan sikap disiplin dan kesadaran untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.

Dini mengatakan membangun budaya keselamatan berkendara harus dimulai dari kesadaran setiap individu.

Terutama di kalangan generasi muda yang memiliki mobilitas tinggi.

"Keselamatan berkendara bukan hanya tentang bagaimana kita mengendarai sepeda motor, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum berkendara. Kebiasaan-kebiasaan sederhana inilah yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan," jelas Dini.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi mengatakan edukasi safety riding akan terus menjadi salah satu fokus utama Asmo Sulsel dalam membangun budaya berkendara yang aman di tengah masyarakat.

Generasi muda merupakan kelompok yang memiliki mobilitas tinggi sehingga penting untuk terus diberikan pemahaman mengenai keselamatan berkendara. 

"Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya memahami teknik berkendara yang benar, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berada di jalan," jelas Yusticia.

Asmo Sulsel berharap budaya Cari Aman semakin melekat di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas. 

Dengan mengedepankan pengetahuan, keterampilan, dan etika berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan.

Juga tercipta lingkungan berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.