Sempat Lama Rusak, Progres Jalan Sitiung I Dharmasraya Sudah 90 Persen, Pemkab Gelontorkan Rp63,6 M
Rezi Azwar July 03, 2026 09:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, tengah mempercepat pembenahan infrastruktur wilayah guna mendongkrak konektivitas antar-sentra produksi dan permukiman. Salah satu prioritas utama yang kini mendekati rampung adalah rehabilitasi ruas Jalan Simpang Koto Agung menuju Blok C Sitiung I di Kecamatan Sitiung.

Langkah ini diambil setelah jalur vital sepanjang 3,8 kilometer tersebut sempat mengalami kerusakan dalam waktu yang cukup lama.

Sebagai kawasan dengan mobilitas harian yang tinggi, perbaikan kualitas jalan dinilai mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memangkas biaya logistik pedesaan.

Baca juga: Ikut Ibu Cari Kayu Bakar, Bocah 3 Tahun Terseret Ombak di Muara Simatalu Mentawai

Hingga awal Juli 2026, progres fisik pengerjaan di lapangan dilaporkan telah melampaui angka 90 persen.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengaspalan dan perapian sisa ornamen pelengkap jalan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.

Menjadi Atensi Khusus

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menempatkan jalur ini sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran berjalan.

Padatnya aktivitas masyarakat di sekitar koridor tersebut menjadi pertimbangan utama intervensi anggaran dilakukan secara masif.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya Zakirman, melalui Kepala Bidang Bina Marga Willy Kurniawan, menjelaskan bahwa status jalan ini merupakan urat nadi kabupaten.

Baca juga: Penuhi Kuota, Solok Selatan Kirim 4 Perwakilan Paskibraka ke Tingkat Provinsi

Volume kendaraan yang melintas harian tergolong sangat tinggi dibandingkan ruas pinggiran lainnya.

"Ruas ini sudah cukup lama tidak mendapat penanganan yang menyeluruh. Karena berada di tengah kawasan permukiman padat dan lintasannya sibuk, Ibu Bupati memberikan arahan khusus agar titik ini diprioritaskan," kata Willy di Pulau Punjung, Kamis (2/7/2026).

Metode Konstruksi

Mengingat tingkat kerusakan yang bervariasi sebelum diperbaiki, Dinas PUPR menerapkan kombinasi metode penanganan. Langkah ini diambil agar struktur pondasi jalan baru memiliki daya tahan yang lebih panjang terhadap beban kendaraan muatan.

Sebelum hamparan aspal hotmiks diaplikasikan, pihak kontraktor terlebih dahulu melakukan rekonstruksi menyeluruh pada puluhan titik krusial.

Baca juga: Seragam Gratis Bikin Penjualan Pedagang Pasar Raya Padang Lesu, Omzet Disebut Nyaris Hilang

Selain itu, diterapkan pula metode recycling (daur ulang perkerasan) di tujuh titik serta penambalan atau patching pada bagian permukaan yang berlubang.

"Saat ini badan jalan sudah kembali menghitam sempurna. Kami tinggal menyelesaikan beberapa item minor di bagian tepi dan saluran pembuangan agar hasilnya benar-benar presisi," tutur Willy menambahkan.

Dampak Sosial Warga

Selama bertahun-tahun, kerusakan jalan ini menjadi tantangan berat bagi warga sekitar.

Letaknya yang membelah pusat permukiman, fasilitas pendidikan, dan pusat perdagangan membuat dampak kerusakan langsung dirasakan oleh berbagai lapisan profesi.

Wali Nagari (Kepala Desa) Sungai Duo, Ali Amran, mengungkapkan bahwa perbaikan ini mengakhiri keluhan menahun yang dihadapi oleh masyarakatnya.

Kondisi cuaca sering kali memperparah penderitaan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

"Kalau musim kemarau, debunya sangat pekat hingga masuk ke rumah warga dan tempat usaha. Sebaliknya, begitu masuk musim hujan, lubang-lubang jalan berubah menjadi genangan air yang memicu kecelakaan. Sekarang kondisinya sudah jauh lebih nyaman," kata Ali.

Menggerakkan Sektor Perdagangan

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa jalan ini secara geopolitik ekonomi sangat strategis karena melintasi wilayah Blok B Sitiung I.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu episentrum perputaran uang dan aktivitas pasar terpadat di Kecamatan Sitiung.

Baca juga: Polres Dharmasraya Rampungkan 28 Kasus Laka Lantas, Kini Prioritaskan Penyelesaian Perkara Lama

Keberadaan jalan yang mulus diyakini akan langsung berdampak pada efisiensi waktu tempuh para petani dan pedagang dalam mendistribusikan hasil bumi.

Pertumbuhan ekonomi di tingkat nagari pun diharapkan bergerak ke arah positif pasca-pandemi dan inflasi musiman.

"Kami mengapresiasi langkah cepat bupati dan tim teknis Dinas PUPR. Dampaknya tidak sekadar kenyamanan berkendara, tetapi ada perputaran ekonomi, kelancaran distribusi logistik, dan keamanan lingkungan yang membaik," ujarnya.

Pemerataan Kawasan Lain

Rehabilitasi jalan di kawasan Sitiung ini bukan merupakan proyek tunggal. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tercatat sedang melakukan penetrasi pembangunan serupa di sejumlah koridor logistik strategis lainnya sepanjang tahun ini.

Beberapa di antaranya meliputi perbaikan jalan di samping gedung lama RSUD Sungai Dareh sepanjang 900 meter, koridor Pulau Punjung–Lubuk Bulang sepanjang 6,2 kilometer, serta ruas Sungai Rumbai–Blok D Sitiung II sepanjang 1,3 kilometer.

Baca juga: Hasil Bupati Dharmasraya Sambangi Pusat, 6 Sekolah Segera Revitalisasi

Secara bersamaan, konektivitas moda darat ini ditopang oleh pembangunan infrastruktur jembatan.

Tiga proyek jembatan, yakni Jembatan Batang Mimpi, Jembatan Sungai Pinang, dan Jembatan Sungai Duo, juga sedang dikebut penanganannya.

Secara kumulatif, seluruh paket kebijakan pembangunan dan intervensi infrastruktur jalan serta jembatan di Kabupaten Dharmasraya ini menelan total pagu anggaran sekitar Rp63,6 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Pemda berharap penyerapan anggaran ini mampu menstimulus sektor konstruksi lokal.rls

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.