SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali mengalami kenaikan pada awal Juli 2026.
Kondisi ini disambut antusias para pekebun karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan sekaligus membangkitkan semangat merawat kebun.
Seorang pengepul sawit di Kecamatan Kayuagung, Iskandar, mengatakan harga TBS terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat terpuruk pada awal Juni.
"Awal Juni harga sawit petani hanya sekitar Rp1.500 per kilogram. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik cukup tajam. Minggu lalu kami membeli Rp2.400 per kilogram, hari ini naik lagi menjadi Rp2.600 per kilogram," ujar Iskandar saat ditemui Sripoku.com di lapak sawitnya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, harga pembelian disesuaikan dengan kualitas tandan buah segar yang dijual petani.
Untuk TBS dengan kualitas terbaik atau buah super dihargai Rp2.600 per kilogram, sedangkan buah dengan kualitas sedang dibeli Rp2.500 per kilogram.
Ia menilai kenaikan harga tersebut menjadi yang tertinggi dalam dua bulan terakhir dan mulai memberikan dampak positif terhadap aktivitas para petani.
"Harga bulan ini cukup tinggi. Dampaknya langsung terasa karena petani jadi lebih semangat merawat kebunnya," katanya.
Kenaikan harga sawit tersebut juga dirasakan langsung oleh para petani. Akbar, petani sawit asal Kecamatan Mesuji, mengaku harga yang membaik membuat para pekebun kembali optimistis setelah beberapa waktu menghadapi harga yang rendah.
"Alhamdulillah, semangat kami bangkit lagi melihat harga sekarang. Rasanya lelah merawat kebun selama ini mulai terbayar," ujarnya.
Menurut Akbar, kenaikan harga sangat membantu petani memenuhi biaya operasional kebun yang terus meningkat, terutama untuk membeli pupuk dan kebutuhan perawatan tanaman.
"Dengan harga seperti ini kami bisa sedikit bernapas lega untuk membeli pupuk yang harganya tidak murah sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga. Harapan kami harga tetap stabil di level yang baik," katanya.
Sementara itu, berdasarkan hasil penetapan Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Selatan periode II Juni 2026, harga TBS sawit untuk tanaman berusia 10 hingga 20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.723,87 per kilogram.
Adapun rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman yakni usia tiga tahun Rp3.139 per kilogram, empat tahun Rp3.236, lima tahun Rp3.380, enam tahun Rp3.420, tujuh tahun Rp3.419, delapan tahun Rp3.534, sembilan tahun Rp3.601, usia 10–20 tahun Rp3.723,87, 21 tahun Rp3.712, 22 tahun Rp3.718, 23 tahun Rp3.692, 24 tahun Rp3.587, 25 tahun Rp3.598, 26 tahun Rp3.533, 27 tahun Rp3.479, 28 tahun Rp3.418, 29 tahun Rp3.351, dan usia 30 tahun Rp3.280 per kilogram.
Selain itu, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.946 per kilogram, harga inti sawit (kernel) Rp12.225 per kilogram, harga cangkang Rp17,61 per kilogram, dengan indeks K sebesar 93 persen.