Keberhasilan ini memperkuat posisi Moskow yang mengklaim telah menguasai satu titik strategis utama militer Ukraina.
Mengutip Tribunnews pada (3/7), pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (2/7/2026).
Lebih tepatnya, kementerian Moskow mengklaim hampir menuntaskan operasi pembersihan.
Khususnya, terhadap sisa-sisa garnisun Ukraina di Kota Konstantinovka pada Kamis (2/7/2026).
Dalam beberapa pekan terakhir, pertempuran di kota yang menjadi satu di antara titik pertahanan utama di wilayah Donbass tersebut dilaporkan semakin intensif.
Pasukan Rusia bergerak maju dari berbagai arah hingga membelah kota menjadi dua dan mengacaukan koordinasi pertahanan Ukraina.
Adapun, Konstantinovka sendiri merupakan bagian dari aglomerasi Slavyansk-Kramatorsk yang selama bertahun-tahun diperkokoh Kyiv menjadi benteng terkuat di wilayah timur.
Guna menekan pertahanan tersebut, komando militer Ukraina dikabarkan telah menghentikan pengiriman bala bantuan ke kota itu meskipun permintaan pasukannya untuk mundur ditolak.
Walaupun begitu, hingga kini belum ada konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari pihak Ukraina mengenai klaim kejatuhan wilayah tersebut.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Hadiyya Qurrata
Uploader: bagus gema praditiya sukirman