Bukan Sekadar Hiburan, Piala Dunia Jadi Ruang Menyerap Ilmu Bagi Rayhan Hannan dan Cahya Supriadi
Hasiolan Eko P Gultom July 03, 2026 09:30 PM

Bukan Sekadar Hiburan, Piala Dunia Jadi Ruang Menyerap Ilmu Buat Pilar Timnas Indonesia Rayhan Hannan dan Cahya Supriadi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat pecinta sepakbola.

Bagi dua pemain Timnas Indonesia, Rayhan Hannan dan Cahya Supriadi, turnamen tersebut juga menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kualitas permainan mereka.

Di tengah persiapan bersama Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026, keduanya mengaku rutin mengikuti pertandingan-pertandingan Piala Dunia Klub.

Selain menikmati aksi para pemain terbaik dunia, mereka juga berusaha memetik pelajaran yang bisa diterapkan di lapangan.

Rayhan Hannan mengatakan setiap pertandingan selalu memberikan ilmu baru, mulai dari cara bermain hingga pengambilan keputusan dalam berbagai situasi pertandingan.

“Selain menjadi hiburan, turnamen seperti itu juga memberikan banyak pelajaran. Kalau ilmu yang kami lihat bisa kami terapkan dalam permainan, tentu itu akan membuat kami menjadi pemain yang lebih baik," ujar Rayhan.

Pemain Persija Jakarta itu mengaku banyak memperhatikan detail permainan para pesepakbola dunia.

“Kami belajar banyak hal, mulai dari cara bermain para pemain dunia, pengambilan keputusan di lapangan, hingga detail-detail kecil lainnya. Jadi, selain menjadi tontonan, turnamen itu juga menjadi sarana belajar bagi kami,” katanya.

Rayhan juga mengungkapkan tim favoritnya di turnamen tersebut telah tersingkir.

Kini ia memberikan dukungan kepada Argentina dan Spanyol.

“Jagoan saya sebenarnya sudah gugur, Jepang. Sekarang saya dukung Argentina dan Spanyol,” ungka Rayhan.

Pemain Persija itu pun memiliki alasan tersendiri mendukung kedua negara tersebut.

Argentina menjadi pilihannya karena masih mengidolakan Lionel Messi, sementara Spanyol menarik perhatiannya berkat gaya permainan yang diperlihatkan saat menjuarai UEFA Euro 2024.

“Argentina karena ada Messi. Spanyol kemarin di Euro juga bagus mainnya, jadi saya suka. Saya suka Pedri, cara main bolanya bagus, Lamine Yamal juga bagus," ujarnya.

Meski mengikuti perkembangan turnamen, Rayhan mengaku tetap menjaga waktu istirahat karena harus menjalani latihan bersama Timnas Indonesia.

Ia biasanya hanya menyaksikan cuplikan pertandingan yang berlangsung dini hari.

“Kalau pertandingan jam dua pagi saya nonton highlight saja karena harus tidur. Paling nonton yang jam delapan malam. Ini jadi hiburan buat saya,” bebernya.

Hal senada disampaikan Cahya Supriadi. Sebagai seorang penjaga gawang, ia mengaku lebih banyak mengamati aksi para kiper terbaik dunia untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuannya.

“Menurut saya, turnamen seperti Piala Dunia menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi kami. Kami bisa melihat bagaimana performa para pemain, terutama para kiper terbaik dunia. Dari situ saya belajar banyak hal yang bisa saya praktikkan dalam latihan maupun pertandingan,” ujar Cahya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.