Purbaya Tinjau Tiga Program Prioritas Prabowo di Jawa Tengah
Choirul Arifin July 03, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau tiga program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).

Purbaya mengatakan, hingga pertengahan 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program ini juga melibatkan 18.854 pemasok lokal dan menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja.

"Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) agar memonitor seluruh program prioritas pemerintah, termasuk melakukan monitoring MBG secara nasional dan terstruktur," kata Purbaya dalam keterangannya, Jumat.

Purbaya juga mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ia menyebut hingga saat ini telah terbentuk 8.523 koperasi desa dan kelurahan di Jawa Tengah dengan lebih dari 43 ribu transaksi.

Menurut dia, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi yang lebih produktif.

Purbaya juga meninjau perkembangan Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Saat ini, program tersebut telah berjalan di 16 kabupaten/kota dengan 16 lokasi sekolah dan 110 rombongan belajar yang melayani sekitar 3.080 siswa.

"Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai lokasi terus diakselerasi guna mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas," tegas Purbaya.

Purbaya menegaskan APBN harus tetap dijaga sebagai instrumen fiskal yang sehat, responsif, dan akuntabel guna mendukung pembangunan nasional.

Baca juga: Evaluasi Total Program Koperasi Merah Putih

Menurut dia, pemerintah juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah semakin inklusif dan berkelanjutan.

Purbaya mengatakan hingga semester I 2026, kinerja APBN di Jawa Tengah masih terjaga di tengah tantangan ekonomi.
Pendapatan negara telah mencapai 46,56 persen dari target atau tumbuh 13,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara realisasi belanja negara telah mencapai 52,06 persen dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan APBN masih berperan optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen. Angka tersebut ditopang oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.

"Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat," ungkap Purbaya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.