Prancis Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Warga Serbu AC Murah hingga Antre Panjang
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya July 03, 2026 11:56 PM

- Kericuhan terjadi di Kota Paris, Prancis pada Kamis(2/7/2026). Kericuhan tersebut dipicu oleh ratusan orang yang menyerbu sebuah supermarket yang menjual pendingin udara dengan harga murah yakni 179 Euro atau kurang lebih Rp 3,6 juta.

Pendingin udara atau AC memang sedang menjadi barang yang paling diburu di Eropa. Hal tersebut menyusul terjadinya gelombang panas yang suhunya dikabarkan mencapai 44 derajat Celsius.

Mousa Traore, yang telah menunggu lebih dari satu jam bersama sekitar 200 pelanggan lainnya di sebuah toko kecil Lidl di kawasan utara Paris, mengatakan bahwa ia diberi tahu hanya ada dua unit pendinging Udara murah yang dijual.

"Tapi kemudian polisi datang dan kami diberi tahu bahwa barangnya sudah tidak ada. Sepertinya petugas polisilah yang mengambilnya," ujarnya sambil tertawa.

Prancis baru saja mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, yang menyebabkan lonjakan angka kematian, membebani kapasitas rumah sakit hingga kewalahan, serta mengakibatkan penutupan sekolah dan pembatalan festival musik. Sementara itu, layanan cuaca memperkirakan akan ada lagi cuaca panas pada akhir pekan mendatang.

Akibat musim panas yang secara historis tergolong sejuk, hanya sedikit rumah dan sekolah di Prancis yang dilengkapi dengan AC, sehingga bangunan-bangunan tersebut tidak siap menghadapi gelombang panas yang kian sering terjadi, sebuah fenomena yang menurut para ilmuwan berkaitan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Ratusan orang lainnya juga memadati sebuah supermarket di Sevran; antrean mobil yang hendak menuju toko tersebut bahkan memblokir pusat kawasan pinggiran kota di wilayah utara yang tergolong kurang mampu itu. Situasi serupa juga terjadi di kawasan pinggiran kota tetangga, Livry-Gargan.

"Saya menyerah, ini benar-benar gila. Saya meninggalkan mobil beberapa blok jauhnya dan berjalan kaki ke sana, tapi antrean orang di tempat parkir sudah mengular. Mustahil bisa masuk," ujar seorang warga setempat bernama Lolo.

Lonjakan permintaan perangkat pendingin Udara terjadi di tengah sikap skeptis yang telah lama ada terhadap penggunaan AC di Prancis.

Delapan dari 10 orang menganggapnya tidak ramah lingkungan, menurut survei terhadap lebih dari 1.000 orang yang dipublikasikan bulan lalu.

Namun, sikap masyarakat tampaknya mulai berubah seiring meningkatnya suhu, dengan unit pendingin ruangan yang laris manis terjual.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.