Hidupkan Ruang Kreativitas Generasi Muda, Pemkab Abdya Segera Rehab Gedung Kesenian Manggeng 
Eddy Fitriadi July 03, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 20206, untuk merehabilitasi Gedung Kesenian Manggeng, yang berlokasi di Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng, kabupaten setempat.

Keseriusan Pemkab Abdya dibuktikan dengan langsung diterjunkannya tim survei bersama Camat Manggeng, Ridha Wiyardi, untuk meninjau kondisi fisik bangunan sebelum proyek dimulai.

"Tahun ini Gedung Kesenian Manggeng di rehab. Tentu langkah Pemkab Abdya sebagai upaya memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda sekaligus merawat budaya," kata Camat Manggeng, Ridha Wiyardi, Jumat (3/7/2026).

Langkah cepat Bupati Abdya, Safaruddin dalam merespons aspirasi warga ini langsung mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Manggeng Raya, Edi Syahputra.

Ia menilai kebijakan tersebut sebagai aksi nyata pemerintah daerah dalam merawat identitas budaya sekaligus menghidupkan kembali ruang kreativitas generasi muda.

Menurutnya, keputusan ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan daerah tidak lagi melulu soal jalan, jembatan, atau fasilitas lainnya, melainkan sudah menyentuh aspek kebudayaan yang esensial.

"Kebudayaan adalah fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat dan memperkuat identitas daerah," ucapnya.

Langkah Bupati Abdya ini, kata Putra, patut diacungi jempol karena membuktikan pemerintah benar-benar mendengar dan mengeksekusi aspirasi rakyat.

Bagi masyarakat Manggeng, kata Putra, gedung tersebut bukan sekadar struktur beton biasa. Namun, saksi bisu sejarah tempat lahirnya talenta-talenta seni lokal, wadah perlombaan, hingga ruang pertemuan lintas generasi. 

Sayangnya, kata Putra, akibat usia dan minimnya perawatan, fasilitas ini sempat mati suri dan membatasi ruang berekspresi pemuda setempat.

Menurut Edi, rehabilitasi ini membawa misi besar yang melampaui perbaikan fisik gedung. Ada dampak sosial dan ekonomi masif yang akan ikut bergerak. 

"Gedung ini bisa menjadi pusat kohesi sosial, yakni ruang inklusif tempat anak-anak belajar seni, remaja mengasah bakat, dan komunitas budaya berkumpul tanpa sekat," ucapnya.

Baca juga: Pemkab Abdya Tanam Padi Serempak di Susoh, Optimalisasi Lahan Capai 780 Hektare 

Selain itu, sambungnya, juga berdampak pada multiplier effect bagi ekonomi seperti event, festival, dan pameran yang nantinya digelar di gedung ini dipastikan akan menghidupkan sektor UMKM, pedagang kuliner, jasa dekorasi, hingga sektor transportasi lokal.

Meski menyambut baik, Putra mengingatkan bahwa pembangunan fisik hanyalah langkah awal. 

"Tantangan terbesar justru ada pada pengelolaan jangka panjang pasca-rehabilitasi agar aset daerah ini tidak menjadi gedung yang sepi aktivitas," ujarnya.

Ia mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor yang dinamis, pihak sekolah dan kampus dapat memanfaatkan gedung untuk pentas seni, literasi, dan lomba kreativitas siswa.

Putra berharap proses rehabilitasi berjalan transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas.

"Daerah yang maju bukan hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari kemampuannya merawat sejarah, menghargai budaya, dan menyediakan ruang bagi warganya untuk terus berkarya. Semoga Gedung Kesenian Manggeng menjadi rumah bersama dan simbol kebangkitan budaya di Aceh Barat Daya," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.