Ning Ita Serahkan 10 Rekomendasi Rakernas APEKSI kepada Pemerintah Pusat
Cak Sur July 03, 2026 11:32 PM

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi menghasilkan 10 rekomendasi strategis untuk membangun kota yang tangguh, serta memperkuat pelayanan publik di tanah air.

Forum strategis nasional tersebut diikuti oleh perwakilan pemerintah kota se-Nusantara, dan diselenggarakan di Kota Medan mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Dewan Pengurus APEKSI, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa hasil rumusan Rakernas ini akan diserahkan langsung kepada pemerintah pusat, sebagai bahan pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan nasional di masa depan.

"Rekomendasi ini lahir dari kebutuhan nyata yang dihadapi pemerintah kota. Kami berharap hasil Rakernas bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan yang semakin mendukung daerah, terutama dalam peningkatan pelayanan masyarakat," ujar Ika Puspitasari, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto, pada Jumat (3/7/2026).

10 Rekomendasi Strategis Rakernas XVIII APEKSI

Kesepuluh poin rekomendasi yang disepakati dalam forum tersebut dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan perkotaan modern:

  • Penguatan fiskal daerah: Mendorong kemandirian anggaran kota agar tidak bergantung sepenuhnya pada dana perimbangan pusat.
  • Penataan kebijakan ASN dan PPPK: Memperjelas status, penataan, dan kesejahteraan aparatur sipil di tingkat daerah.
  • Penguatan tata kelola program strategis nasional (PSN): Memastikan integrasi program pusat berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan lokal.
  • Percepatan pembangunan infrastruktur: Mempercepat konektivitas fisik dan penyediaan fasilitas publik yang layak.
  • Transformasi digital pemerintahan: Mendorong digitalisasi layanan publik demi efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi birokrasi.
  • Penguatan ketahanan lingkungan: Mengantisipasi dampak perubahan iklim global melalui kebijakan tata hijau berkelanjutan.
  • Pengembangan ekonomi lokal: Menggerakkan sektor UMKM dan industri kreatif di tingkat kota.
  • Penataan ruang dan kerja sama antar daerah: Memaksimalkan kolaborasi wilayah bertetangga untuk mitigasi konflik lahan dan optimalisasi potensi regional.
  • Penguatan kepastian hukum: Menjamin regulasi daerah selaras dan tidak berbenturan dengan undang-undang di atasnya.
  • Pelibatan generasi muda: Memberikan ruang bagi pemuda dalam perencanaan pembangunan kota masa depan.

Kolaborasi Sinergis untuk Mewujudkan Kota Tangguh

Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menekankan bahwa rekomendasi ini merepresentasikan kebutuhan mendasar masyarakat perkotaan.

Wali Kota Mojokerto dua periode tersebut, berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh agar daerah mampu mengoptimalkan pelayanan publiknya.

"Melalui APEKSI, semangat kolaborasi harus terus diperkuat karena kota tangguh bukan hanya memiliki pembangunan fisik yang baik, melainkan juga mampu memberikan pelayanan publik berkualitas, menjaga kelestarian lingkungan, menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan warganya secara inklusif," tambah Ning Ita.

Rangkaian Acara Bertema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat"

Rakernas APEKSI XVIII 2026 di Medan mengusung tema besar "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat".

Agenda berskala nasional ini tidak hanya diisi oleh sidang pleno, melainkan juga berbagai kegiatan kolaboratif lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan sidang utama yang dihadiri kepala daerah, forum Youth City Changers yang melibatkan komunitas muda, serta pertemuan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Selain itu, diselenggarakan pula Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, diskusi ketahanan pangan, temu bisnis dan investasi, Karnaval Budaya Nusantara, hingga pameran pembangunan Indonesia City Expo (ICE). Keseluruhan pembahasan ini kemudian disahkan secara resmi dalam sidang pleno penutup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.