TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Agincourt Resources (PTAR) turut meramaikan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 melalui Stand Paviliun Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Keikutsertaan PTAR menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal sekaligus menunjukkan hasil program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan perusahaan.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan partisipasi PTAR di PRSU merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mempromosikan potensi daerah.
"Melalui keikutsertaan di PRSU 2026, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai program pemberdayaan yang dijalankan PTAR.
Salah satunya melalui produk-produk UMKM binaan yang menjadi bukti nyata pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Di stan tersebut, pengunjung dapat melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan UMKM binaan PTAR, mulai dari Batik Tapanuli Selatan, Martabe Coklat, hingga aneka makanan dan camilan khas hasil produksi pelaku usaha lokal.
Menurut Katarina, kehadiran produk-produk tersebut diharapkan mampu memperluas pasar bagi UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.
Selain memamerkan produk UMKM, PTAR juga menghadirkan berbagai informasi mengenai program pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan.
Di antaranya upaya pelestarian tanaman lokal untuk rehabilitasi lahan pascatambang, pengelolaan kualitas air sisa proses sesuai standar yang berlaku, serta pemantauan biota Sungai
Batang Toru sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu, PTAR juga berpartisipasi dalam malam kesenian PRSU 2026 dengan menghadirkan Sanggar Sanipoda, kelompok seni binaan perusahaan yang tergabung dalam Tim Kesenian Kabupaten Tapanuli Selatan bersama dua sanggar lainnya.
Sebanyak 30 penari dan pemain musik tradisional Gondang Sambilan serta Gondang Tapanuli Selatan akan menampilkan beragam tarian adat khas Tapanuli Selatan.
Para seniman yang merupakan putra-putri Batang Toru tersebut telah menorehkan berbagai prestasi pada ajang seni tingkat daerah maupun nasional.
Katarina menambahkan, keikutsertaan PTAR di PRSU tidak hanya menjadi sarana promosi perusahaan, tetapi juga bagian dari komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta memperkenalkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan kepada masyarakat.
(Cr5/tribun-medan.com)