Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad mendukung penuh langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi judi online (judol) dan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.
Ia mengatakan, tingginya angka pengguna judol yang menjadikan Kabupaten Bogor peringkat pertama di Indonesia harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat.
"Data ini bukan sekadar angka. Judi online dan narkoba telah menjadi ancaman nyata yang merusak akal, menghancurkan ekonomi keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda Kabupaten Bogor," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Ia mengaku sependapat dengan sikap Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menegaskan bahwa perang terhadap judi online dan narkoba bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi merupakan perang bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini.
"Beliau benar: ini adalah perang kita bersama. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Ulama, kiai, pesantren, masjid, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dan seluruh masyarakat harus rapatkan barisan," katanya.
Hal itu berdasarkan data terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Tercatat pemain judol di Kabupaten Bogor sebanyak 103.092 pengguna dengan nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa judol merupakan musuh bersama.
"Yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor pun sudah sejak lama menggencarkan pemberantasan judol, narkotika, dan obat-obatan terlarang.
Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya dengan membuat surat edaran untuk jajarannya di tingkat kecamatan maupun desa.
Bahkan, kata dia, Pemkab Bogor berkolaborasi dengan instansi vertikal telah membetuk tim khusus untuk menanggulanginya.
"Kita pun kan membentuk satgas tim tersendiri pada saat itu dan sampai sekarang pun masih bergulir, masih berjalan," katanya.
Kendati demikian, Rudy Susmanto mengaku belum mengetahui secara pasti terkait data judol di Kabupaten Bogor tersebut.
Pun begitu, ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor berkomitmen akan terus melakukan pemberantasan terhadal hal-hal negatif yang dapat merusak generasi.
"Jangankan peringkat pertama, yang namanya judi online tentu menjadi perhatian khusus kita bersama," katanya.