Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu membentuk karakter 30 orang finalis Abang None (Abnon) Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026 dalam Malam Keakraban di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat.

“Malam keakraban bukanlah sekadar agenda dalam rangkaian pemilihan Abnon Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026. Lebih dari itu, malam ini merupakan salah satu titik awal terbentuknya sebuah keluarga,” kata Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Tri Indrawan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia dalam kegiatan ini sekat-sekat yang mungkin masih ada perlahan menghilang, digantikan oleh rasa saling mengenal.

“Mereka saling menghargai, saling menguatkan, dan saling menginspirasi,” kata dia.

Ia menilai kompetisi memang akan menentukan siapa yang nantinya mengenakan selempang kehormatan.

Namun persaudaraan yang terjalin malam ini adalah sesuatu yang nilainya jauh lebih besar dan akan terus hidup, bahkan setelah seluruh rangkaian pemilihan ini berakhir.

Menurutnya, peserta Abnon Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026 akan belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara di atas panggung atau menjawab pertanyaan dewan juri.

"Keberhasilan lahir dari kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, membangun empati, memimpin dengan keteladanan, dan menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Dirinya berharap kegiatan malam keakraban ini mampu menjadi salah satu ruang pembentukan karakter.

Sebuah proses yang menumbuhkan rasa percaya diri, melatih kemampuan, memperkuat komunikasi yang efektif.

Sekaligus membangun jiwa kepemimpinan yang kelak akan menjadi bekal ketika saudara-saudari dipercaya membawa nama baik Jakarta, khususnya Kepulauan Seribu.

“Kegiatan menciptakan interaksi, menciptakan keakraban dan ujungnya adalah penyatuan, yang namanya penyatuan pembangunan, penyatuan keakraban yang difasilitasi Abnon Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026," tambahnya.

Kegiatan Malam Keakraban Abnon Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026 diikuti oleh 30 finalis, yang telah melewati beberapa tahapan mulai dari Seleksi Awal, Pembekalan, Public Speaking, Selanjutnya Island Hopping, Penjurian Tengah dan Malam Final.

Sementara Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Fahmi Ardi Ramlan mengatakan malam ini adalah ruang untuk saling mengenal lebih dalam, melampaui sapaan formal dan senyum perkenalan.

Di sinilah cerita-cerita sederhana berubah menjadi kenangan yang akan terus hidup, tawa menjadi bahasa yang menyatukan, dan kebersamaan menjadi fondasi yang akan menguatkan langkah kita di masa depan.

Fahmi menjelaskan setiap penampilan bukanlah sekadar pertunjukan karena di balik setiap nada yang dinyanyikan, setiap gerakan yang ditampilkan, setiap cerita yang disampaikan, tersimpan keberanian untuk menunjukkan jati diri.

“Karena bakat sejati bukan hanya soal kemampuan, melainkan tentang keberanian untuk menjadi diri sendiri, menghargai perbedaan, dan memberikan yang terbaik dengan penuh ketulusan,” kata dia.

Ia mengatakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki yang merupakan ruang yang selama puluhan tahun menjadi rumah bagi karya-karya terbaik bangsa. Sebuah panggung yang telah menjadi saksi lahirnya ribuan cerita, tempat seni dan budaya bertumbuh.

“Biarkan malam ini menjadi cerita yang suatu hari nanti akan selalu mereka kenang sebagai awal dari perjalanan luar biasa, khususnya bagi para Abnon Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026,” kata dia.