Petisi Boikot Sarwendah Tembus 16 Ribu Tanda Tangan, Polemik di Media Sosial Kian Memanas
M Zulkodri July 04, 2026 12:26 AM

 

POSBELITUNG.CO--Polemik yang melibatkan Sarwendah kembali memanas setelah muncul petisi daring yang menyerukan boikot terhadap mantan istri Ruben Onsu tersebut.

Petisi yang beredar di platform Change.org itu dalam waktu singkat berhasil menarik perhatian publik dan telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang.

Hingga Jumat (3/7/2026), petisi bertajuk "Cancel Sarwendah Dari Media Sosial" telah mengumpulkan 16.438 tanda tangan, dengan lebih dari 4.000 dukungan masuk hanya dalam kurun waktu satu hari.

Kemunculan petisi ini memperpanjang polemik yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, menyusul langkah hukum yang ditempuh Sarwendah terhadap sejumlah pengguna media sosial terkait konten yang dianggap merugikan dirinya.

Dalam keterangan yang tercantum pada halaman petisi, pembuat petisi menyatakan gerakan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada para kreator konten dan pegiat media sosial.

"Gerakan ini adalah bentuk dukung untuk perlindungan hukum bagi teman-teman penggiat media sosial terkait laporan Sarwendah," demikian bunyi keterangan sebagaimana dikutip dari platform Change.org

Penyelenggara petisi menilai langkah hukum yang dilakukan Sarwendah memunculkan kekhawatiran di kalangan pengguna media sosial.

Mereka beranggapan pelaporan terhadap sejumlah konten berpotensi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat dalam menyampaikan opini di ruang digital.

Mereka juga menilai kebebasan berekspresi harus tetap dilindungi selama dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Kolom Komentar Dipenuhi Beragam Respons

Selain jumlah penandatangan yang terus bertambah, kolom komentar dalam petisi juga dipenuhi berbagai pendapat dari warganet.

Sebagian mendukung gerakan boikot tersebut dengan alasan kecewa terhadap sikap Sarwendah selama polemik berlangsung.

Ada pula yang meminta figur publik lebih berhati-hati saat membahas persoalan pribadi di media sosial.

Di sisi lain, tidak sedikit pengguna media sosial yang mengingatkan agar publik tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum ada kejelasan atas berbagai persoalan yang mencuat.

Berawal dari Kontroversi Siaran Langsung

Polemik ini bermula setelah Sarwendah beberapa kali melakukan siaran langsung yang membahas kehidupan pribadinya setelah bercerai dengan Ruben Onsu.

Potongan video dari siaran tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan.

Sebagian publik memberikan simpati, sementara sebagian lainnya menilai pembahasan tersebut terlalu membuka persoalan pribadi ke ruang publik.

Situasi semakin berkembang ketika Sarwendah mengambil langkah hukum terhadap sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan konten yang dianggap merugikan dirinya.

Langkah tersebut memunculkan pro dan kontra hingga akhirnya melahirkan petisi boikot yang kini ramai diperbincangkan.

Selain menjadi perbincangan di media sosial, sejumlah warganet juga mulai menyoroti kerja sama Sarwendah dengan berbagai merek.

Beberapa akun bahkan meminta perusahaan melakukan evaluasi terhadap kontrak kerja sama, dengan alasan polemik yang berkembang dinilai dapat memengaruhi citra merek.

(TribunTrends/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.