TRIBUN-MEDAN.com - Aksi premanisme di simpang Canang, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Medan, bikin resah terutama pengendara.
Mereka melakukan pungli kepada pengemudi truk yang melintas.
Aksi mereka juga terbilang seram. Mereka menggunakan kayu untuk mengadang truk.
Aksi premanisema ini terekam dalam kamera CCTV pengendara, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu terlihat sejumlah pemuda nekat menenteng sebilah kayu untuk mengadang truk yang tengah melintas di tengah ramainya arus lalulintas.
Namun, para pemuda tersebut dengan tanpa rasa takut, memaksa meminta sejumlah uang kepada para driver truk.
Melihat hal itu, sang supir truk hanya bisa pasrah dan membuka sedikit kaca truk serta memberikan uang pecahan kepada para pungli di persimpangan Jalan Canang.
"Resah kami karena kerap dijadikan sasaran empuk dan diperas bak 'mesin ATM' berjalan setiap kali melewati jalur tersebut," ucap Zainal, pengemudi truk, Jum'at (3/7/2026).
Zainal berharap pihak kepolisian agar segera turun tangan menindak tegas para pelaku pungutan liar, demi kenyamanan dan keselamatan para pengendara yang melintas.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo saat dikonfirmasi mengenai maraknya pungutan liar di kawasan persimpangan jalan canang enggan untuk berkomentar.
Baca juga: Dapat Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Ini Pesan Kapolda Sumut ke Personel
Baca juga: MOTIF Erikson Simanjuntak Martil Kepala Istri Hingga Tewas, Kepala Juita Tinambunan Bersimbah Darah
Adang Petugas BNN di Patumbak
Polrestabes Medan menahan 4 orang yang menahan petugas BNN melakukan razia di kafe remang-remang Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Deliserdang.
Polrestabes turun tangan setelah mendapatkan laporan Minggu (28/6/2026) siang.
Kasus pengadangan ini juga direkam dan viral di media sosial.
Para pelaku tak terima kafenya digeledah.
BNN melakuk razia karena mendapatkan informasi peredaran narkoba di kafe tersebut.
Selain itu, warga juga resah dengan suara keributan dari kafe itu.
Berdasarkan video, seorang wanita bersama puluhan pria mengadang mobil yang ditumpangi personel BNN.
Mereka mengadang menggunakan kursi kayu, dan menutup jalan dengan puluhan orang.
Terlihat seorang pria marah-marah kepada petugas, sembari menanyakan surat tugas razia.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) wilayah Sumatera Utara, Brigjen Tatar Nugraha mengatakan, setelah diadang dan diserang, mereka melapor ke Polrestabes Medan.
Kemudian, personel Polrestabes datang menangkap enam orang para terduga pelaku pengerusakan di lokasi.
Brigjen Tatar menyebut, keempatnya ialah MS (19), dan AIS (21), anak pemilik kafe remang-remang, warga Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian, MAS (33), seorang mantan narapidana kasus narkoba, dan SM SH (38), warga Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
"Tadinya enam orang dibawa ke Polrestabes, karena kita laporkan ke Polrestabes tentang kejadian perusakan. Kemudian kemarin, disampaikan bahwa empat orang ditahan, ya,"kata Kepala BNN Sumut, Brigjen Tatar Nugraha, Rabu (1/7/2026), di Polda Sumut.
Tatar menjelaskan, perlawanan, pengerusakan, dan penyerangan yang mereka alami berawal pada Minggu 28 Juni 2026 kemarin, sekira pukul 1:30 WIB, sampai 14:30 WIB.
Saat itu, BNN Deli Serdang yang dipimpin Kombes Josua Tampubolon, Satpol PP, TNI, dan dinas Pariwisata melakukan razia di Cafe Kita, Jalan Patumbak - Talun Kenas, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Sebab, tempat hiburan malam yang berada di pemukiman warga itu diduga marak peredaran narkoba.
Begitu datang, terlihat sekitar 100 pengunjung sedang berjoget, menikmati musik yang dimainkan seorang disk jockey (DJ).
Para pengunjung yang panik sempat berusaha melarikan diri, sebelum petugas memberikan imbauan.
Kemudian, aparat gabungan melakukan razia, dan menemukan plastik berisi ekstasi di lantai.
Selanjutnya, para pengunjung diperiksa, dan urinnya juga diambil.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 25 pengunjung positif narkoba.
"Ketika datang dan melakukan pemeriksaan, ditemukan 25 orang positif narkotika, ya."
Sesudah diperiksa, 25 terdiri pengunjung akan dimasukkan ke mobil, dan dibawa, puluhan massa sudah ramai di depan.
Mereka menanyakan surat tugas, menghalangi, memprovokasi, hingga akhirnya diduga merusak.
Mengenai penyerangan, Brigjen Tatar menyebut masih memburu pelaku lainnya.
"Padahal ketika di dalam sudah ditunjukkan, disampaikan bahwa kita dari BNNK Deliserdang. Tetapi di luar itu, karena ada provokasi, kemudian dihadang, diberikan balok untuk menghadang kendaraan mereka, terus kemudian terjadi aksi anarkisme," katanya.
(cr9/cr25/Tribun-medan.com)