Mempawah Darurat Suspek Campak! Cek Gejala, Penyebab dan Penanganan Jika Konfirmasi Positif
Faiz Iqbal Maulid July 04, 2026 08:29 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kabupaten Mempawah tengah dilanda kasus suspek campak.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah telah mencatat sebanyak 258 kasus suspek campak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes PPKB Mempawah, Harun Arrasyid, mengatakan kasus suspek campak masih ditemukan di berbagai wilayah di Kabupaten Mempawah, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Sejak Januari sampai Juni 2026, terdapat 258 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, 11 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium," ujar Harun Arrasyid, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penyebaran kasus tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah melaporkan adanya kasus suspek campak.

"Hampir semua kecamatan ada kasusnya. Namun, jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Mempawah Hilir, Sungai Kunyit, Jongkat, Segedong, serta beberapa kecamatan lainnya," jelasnya.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunisasi sesuai jadwal. Imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak dan melindungi anak-anak dari risiko komplikasi penyakit," tegasnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pemantauan, penyelidikan epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan penyebaran penyakit tersebut di Kabupaten Mempawah. 

• 11 Kasus Campak Positif di Mempawah, Masyarakat Diminta Segera Lengkapi Imunisasi

Penyebab Campak

a. Dilansir dari berbagai sumber, Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.

b. Penularan terjadi melalui:

-Percikan liur (droplet) saat batuk/bersin penderita.

-Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

-Benda terkontaminasi yang disentuh lalu mengenai mulut/hidung.

Gejala Campak

Gejala biasanya muncul 7–14 hari setelah infeksi:

-Demam tinggi.

-Batuk kering dan pilek.

-Mata merah, berair, sensitif cahaya (konjungtivitis).

-Bintik Koplik: bercak putih kecil di dalam mulut.

-Ruam merah khas mulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

-Nafsu makan menurun, tubuh lemas, kadang disertai diare atau muntah.

• Jadwal Vaksin Campak Anak Terbaru 2026, Ini Panduan Lengkap dari Tenaga Medis

Penanganan Pertama Campak

Tidak ada obat khusus untuk membasmi virus campak, tetapi langkah awal yang dianjurkan adalah:

-Isolasi penderita untuk mencegah penularan ke orang lain.

-Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat.

-Hidrasi: perbanyak minum air putih, ASI untuk bayi, atau cairan hangat.

-Obat penurun demam (misalnya parasetamol sesuai anjuran dokter).

-Vitamin A: WHO merekomendasikan suplemen dosis tinggi untuk anak penderita campak karena terbukti  menurunkan risiko komplikasi.

-Makanan bergizi dengan porsi kecil namun sering, fokus pada protein dan vitamin.

-Lingkungan nyaman: redupkan cahaya karena mata sensitif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.