Dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), pemerintah menggunakan sistem desil sebagai dasarnya. Tidak hanya bansos, berbagai pendaftaran beasiswa yang ditujukan untuk mahasiswa kurang mampu juga menggunakan sistem ini.
Hanya orang-orang dengan desil tertentu yang bisa menjadi penerima bansos pemerintah ataupun bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Namun, apa sebenarnya desil itu? Dirangkum detikEdu, Jumat (3/7/2026) kenal desil lebih jauh yuk!
Pengertian Desil
Desil menurut laman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) adalah daftar pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi. Variabel yang dimaksud, seperti kondisi individu, kondisi tempat tinggal, dan kepemilikan aset.
Pengelompokkan desil terbagi menjadi 10 tingkat yang mewakili 10% keluarga di Indonesia. Desil nantinya akan menjadi dasar penentuan sasaran penerima bantuan sosial.
Kelompok yang menjadi penerima prioritas bansos umumnya kelompok desil 1 hingga 4 atau dengan arti lain, 40% keluarga terbawah. Keluarga dalam kelompok ini akan mendapat bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau sembako.
Rincian desli tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 79/HUK/2025 tentang Penetapan Peringkat Kesejahteraan Keluarga, yang terdiri dari:
- Desil 1: Rumah tangga dalam kelompok 10% terendah (sangat miskin)
- Desil 2: Rumah tangga dalam kelompok 10-20% terendah (miskin)
- Desil 3: Rumah tangga dalam kelompok 20-30% terendah (hampir miskin)
- Desil 4: Rumah tangga dalam kelompok 30-40% terendah (rentan miskin)
- Desil 5-6: Rumah tangga dalam kelompok 40-60% terendah
- Desil 7-10: Rumah tangga dalam kelompok 30% tertinggi.
Cara Menentukan Desil
Dinas Sosial Pemerintah Kota Cirebon menjelaskan penentuan desil tidak dilakukan secara sembarangan. Setidaknya ada lima indikator yang digunakan sebagai dasar penilaian, yaitu:
- Pendapatan keluarga
- Kondisi rumah dan fasilitas dasar
- Kepemilikan aset
- Akses terhadap pendidikan dan kesehatan
- Jumlah tanggungan dalam keluarga
- Keberadaan anggota keluarga rentan (lansia, anak, dan disabilitas).
Semua indikator ini diolah melalui DTSEN agar menghasilkan pemeringkatan yang lebih objektif. Masyarakat bisa mengecek besaran desil yang dimilikinya, langkah-langkahnya, yaitu:
1. Buka laman Cek Bansos Kemensos pada tautan https://cekbansos.kemensos.go.id/
2. Masukkan nomor induk kependudukan (NIK)
3. Ketikkan huruf kode atau captcha yang tertera dalam kotak
4. Jika huruf kode kurang jelas, klik refresh
5. Klik tombol "CARI DATA".
Akan tampil desil dan ketentuan apakah detikers menerima bansos atau tidak. Jika dirasa data desil tidak sesuai, masyarakat bisa melakukan pemutakhiran data dengan melapor ke kelurahan/desa setempat.
Fungsi Desil dalam Penyaluran Bansos
Masih mengutip laman Dinas Sosial Pemerintah Kota Cirebon, berbagai fungsi desil dalam penyaluran bansos, yaitu:
1. Batuan menjadi lebih tepat sasaran karena hanya warga yang benar-benar membutuhkan yang masuk prioritas bantuan.
2. Data transparan dan jelas, sehingga masyarakat dapat memahami mengapa mereka menerima atau tidak menerima bantuan.
3. Mengurangi kesalahan data, karena sudah terpadu di DTSEN.
4. Proses pencairan data lebih cepat dan efisien karena tidak lagi membutuhkan proses panjang dan berulang.





