Citizen Reporter : Audrey Alysa Putri Makiwan
Mahasiswa Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM - Dua mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas), Audrey Alysa Putri Makiwan dan Nur Khalviati, mengajak masyarakat Timor-Leste menjaga kebersihan Pantai Cristo Rei.
Pantai Cristo Rei adalah destinasi wisata populer di Dili, Timor-Leste.
Terletak di Avenida de Areia Branca, pantai ini menyajikan hamparan pasir putih yang bersanding dengan latar belakang megahnya Patung Kristus Raja Dili setinggi 27 meter di atas Bukit Fatucama.
Audrey Alysa Putri Makiwan dan Nur Khalviati ke Dili dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Gelombang 115.
Keduanya menjalankan program kerja individu yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Edukasi ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya aktivitas wisata di Pantai Cristo Rei yang masih diwarnai keberadaan sampah plastik di kawasan pesisir.
Audrey dan Nur mengedukasi masyarakat mengenai dampak pencemaran laut sekaligus mengajak pengunjung membiasakan diri menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan.
Audrey berkolaborasi dengan komunitas kepemudaan Força Jovem Universal melalui program "Pantai Bersuara".
Sementara itu, Nur bekerja sama dengan Seamore Solutions, organisasi yang bergerak di bidang konservasi laut dan pengelolaan lingkungan pesisir, melalui program "Jejak Bersih di Pesisir".
Kedua program tersebut melibatkan masyarakat, pengunjung pantai, dan komunitas lokal dalam berbagai kegiatan edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut.
Selain memberikan penyuluhan, kedua mahasiswi juga melakukan wawancara dengan warga dan wisatawan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan Pantai Cristo Rei.
Hasil wawancara itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program edukasi lingkungan berikutnya.
Sebagai bentuk kampanye nyata untuk mengurangi pencemaran plastik, Audrey dan Nur membagikan kantong sampah kepada masyarakat dan pengunjung.
Kantong tersebut diharapkan dimanfaatkan sebagai wadah sementara sampah sebelum dibuang ke tempat yang telah disediakan sehingga kebersihan kawasan pantai tetap terjaga.
Tak hanya mengampanyekan pelestarian lingkungan, keduanya juga memperkenalkan Universitas Hasanuddin kepada masyarakat Timor-Leste melalui pembagian brosur yang berisi informasi mengenai fakultas dan program studi.
Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi generasi muda Timor-Leste untuk melanjutkan pendidikan di Unhas sekaligus mempererat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Timor-Leste.
Audrey Alysa Putri Makiwan mengatakan menjaga kebersihan laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Melalui program Pantai Bersuara, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian ekosistem laut," ujarnya.
Nur Khalviati menilai kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.
"Kami berharap program Jejak Bersih di Pesisir dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan komunitas dan masyarakat secara langsung, pesan pelestarian lingkungan dapat tersampaikan lebih efektif," katanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Força Jovem Universal, Seamore Solutions, serta masyarakat yang mengikuti rangkaian program.
Mereka menilai edukasi yang dipadukan dengan aksi nyata mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.