Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Stabil Setelah Sekolah
Slamet Teguh July 04, 2026 10:32 AM

 

Laporan wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Liburnya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada melimpahnya stok sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Pantauan Sripoku.com di lokasi pada Sabtu pagi menunjukkan aktivitas Pasar Induk Jakabaring lebih ramai dibandingkan bulan Juni, meski bertepatan dengan akhir pekan.

Berbagai komoditas seperti daging ayam, ikan lele, telur ayam, hingga minyak goreng subsidi MinyaKita tersedia dengan stok melimpah dan harga yang lebih terjangkau.

Salah seorang pedagang daging ayam, Darman, mengatakan biasanya ia mengambil sekitar 400 ekor ayam dari peternakan.

Sebagian besar stok tersebut sebelumnya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

"Saya biasanya memasok dapur MBG juga. Dari 400 ekor ayam, sekitar 200 ekor untuk MBG. Karena sekarang lagi libur, stok jadi banyak dan kami jual Rp 25 ribu per kilogram," ujar Darman.

Menurutnya, stok ayam di peternakan juga masih melimpah akibat berhentinya sementara distribusi MBG.

Kondisi tersebut membuat harga ayam turun dibandingkan bulan lalu.

"Kalau ada yang nawar Rp 23 ribu juga kami kasih. Stok banyak, harganya memang lebih murah dari bulan lalu," katanya.

Liburnya program MBG juga berdampak pada distribusi minyak goreng subsidi MinyaKita.

Kini produk tersebut lebih mudah diperoleh pedagang sehingga masyarakat lebih mudah membelinya.

Pedagang sembako, Cece Mei, mengatakan pasokan MinyaKita jauh lebih lancar dibandingkan bulan sebelumnya.

Akibatnya, penjualan minyak goreng premium mengalami sedikit penurunan.

"Sekarang MinyaKita mudah didapat. Tapi minyak premium seperti Sanco, Bimoli, dan Fortune masih bertahan di kisaran Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu per liter," ujarnya.

Ia menambahkan harga beras masih stabil, sedangkan harga telur ayam mengalami penurunan.

"Yang turun itu telur. Dari sebelumnya Rp 25 ribu, sekarang jadi Rp 21 ribu per kilogram. Kalau beras, sagu, dan bahan lainnya masih sama," katanya.

Turunnya harga sejumlah bahan pokok membuat Pasar Induk Jakabaring lebih ramai dibandingkan biasanya.

Hampir setiap lorong dipenuhi masyarakat yang berbelanja.

Salah seorang pembeli, Dinda, warga Jalan Pangeran Ratu, mengaku senang karena harga bahan pokok sedang turun.

"Biasanya kalau akhir pekan jam 8 pagi pasar sudah mulai sepi. Sekarang masih ramai karena harga bahan pokok lebih murah. Alhamdulillah, cocok buat stok di rumah. Semoga harganya tidak naik lagi," ujarnya.

Daftar Harga Sembako di Pasar Induk Jakabaring (4 Juli 2026)

Minyak dan kebutuhan pokok

Minyak goreng kemasan: Rp 20.000–21.000 per liter
MinyaKita: Rp 17.000 per liter
Tepung terigu: Rp 12.000 per kilogram
Gula pasir: Rp 19.000–20.000 per kilogram
Gula pasir kemasan PSM: Rp 21.000 per kilogram

Beras

Beras Arjuna (20 kg): Rp 267.000
Beras medium (OKE, Raja Biru, Sakura) 20 kg: Rp 300.000–320.000
Beras premium (Topi Koki, Raja Ultima, Raja Platinum, Patin, Selancar) 20 kg: sekitar Rp 360.000

Bumbu dan kebutuhan dapur

Garam halus: Rp 10.000 per kilogram
Garam kasar: Rp 8.000 per kilogram
Terasi/calok: Rp 33.000 per kilogram atau Rp 5.000 per bungkus
Asam Jawa: Rp 20.000 per kilogram atau Rp 5.000 per bungkus

Tahu dan tempe

Tahu: Rp 10.000 per bungkus (isi 8)
Tempe: Rp 7.000 per papan
Cabai
Cabai panjang: Rp 28.000–30.000 per kilogram
Cabai burung: Rp 44.000 per kilogram
Cabai jengki: Rp 50.000 per kilogram

Bawang

Bawang merah: Rp 35.000–40.000 per kilogram
Bawang putih: Rp 40.000 per kilogram

Daging dan telur

Daging ayam: Rp 25.000 per kilogram
Telur ayam: Rp 21.000 per kilogram
Daging sapi: Rp 150.000–160.000 per kilogram
Telur bebek: Rp 35.000 per 10 butir

Ikan

Ikan patin: Rp 25.000 per kilogram
Lele budidaya: Rp 25.000 per kilogram
Lele sungai: Rp 35.000 per kilogram
Mujair: Rp 35.000 per kilogram.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.