Oleh: Pastor Frans Banusu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini Sabtu 4 Juli 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "Hidup Baru dalam Yesus: nikmati iman yang segara dan penuh harapan"
Renungan Katolik hari ini disiapkan untuk pesta fakultatif Santa Elisabet dari Portugal.
Santa Elisabet dari Portugal dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Sabtu: Am 9:11-15; Mzm 85:9.11-12.13-14; Mat 9:14-17 dan BcO Yes 59:1-14.
Baca juga: Teks Misa Hari Minggu 5 Juli 2026 Pekan Biasa XIV Tahun A
"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9, 11-14
"Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan."
Bacaan Injil Katolik: Mat 9:14-17
P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
HIDUP BARU DALAM YESUS: NIKMATI IMAN YANG SEGAR DAN PENUH HARAPAN
(Am. 9:11-15; Mzm. 85:9.11-12.13-14; Mat. 9:14-17).
"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?" (Mat. 9:15).
Kehadiran Yesus membuka wawasan iman kita untuk semakin bertumbuh dan berkembang menuju kesempurnaannya. Ketika iman kita makin dewasa, setiap aktivitas rohani mau sosial yang kita lakukan sungguh mengalir dari kedalaman hati. Tujuan yang mau digapai adalah spirit untuk tetap setia mengikuti dan meniru Yesus yang larut melayani dalam kasih tanpa memikirkan kepentingan-Nya sendiri. Kita mengaku kandas ikut Yesus karena ingat diri dalam bias yang sangat luas. Cara hidup lama dan usang seperti ini sudah tidak cocok dengan cara hidup baru yang ditawarkan oleh Yesus. Anggur baru butuh kantong yang baru pula. Adaptasi perlu, penyesuian penting agar yang lama dan baru tidak begitu mudah dipadukan yang pada akhirbya tetap tak berguna.
Kehadiran Yesus di tengah dunia mesti membawa sukacita seperti orang tidak berduka ketika menghadiri pesta nikah. Atau bersukacita saat berada di rumah duka. Adaptasi dan kemauan untuk berubah serta membarui diri adalah cara arif hidup sebagai murid Tuhan di masa kini. Cara pandang yang keliru mesti dibenahi agar tidak berkarat dalam hidup lama. Contoh memuji diri sendiri lalu menghakimi sesama bukanlah tipe murid Tuhan yang diharapkan. Menganggap diri baik, itu namanya gila kebaikan tanpa kebaikan dalam diri. Kualitas hidup tak pernah terjadi jika hanya tampak dalam rumusan kata-kata di bibir sendiri tanpa aksi. Atau jika ada aksi itu hanya untuk pamer lalu meremehkan sesama. Ini kecenderungan lama dalam rutinitas kita yang sudah kadaluarsa. Hal ini menyebabkan harapan jadi layu dan prospek iman ke depan kehilangan spiritnya.
Bangsa Israel dalam perjalanannya sebagai bangsa pilihan mengalami nasib yang hampir fatal. Populasi mereka berkurang terus dari waktu ke waktu. Inilah efek dari ketidaksetiaan sebagai umat pilihan Yahweh.
Pondok Daud sudah lama roboh. Amos dipanggil bernubuat searah petunjuk Tuhan. Sisa Israel yang setia, akan mendirikan kembali pobdok Daud dan sukacita dari Tuhan akan meliputi mereka. Sabda Tuhan, "Aku akan membangun kembali pondok Daud supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku." (Am. 9:11b-12).
Nubuat Amos, berpuncak pada kedatangan dan misi Yesus di bumi.
Pemazmur memberi tanggapan dalam madahnya, "Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya." (Mzm. 85:13-14).
Tuhan menjaga dan melindungi kita karena kasih-Nya. Ia tidak meninggalkan kita seperti yatim piatu. Roh Yesus Mesias tetap menyertai dan mendampingi kita sebagai jaminan kesetiaan Allah. Yesus hadir bawa sukacita dan kegembiraan.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan Biasa XIII/A/II, 040726) (sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).