TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Prosesi penghormatan terakhir untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya resmi dimulai pada Jumat waktu setempat setelah sempat tertunda selama 125 hari atau sekitar empat bulan.
Penundaan panjang sejak Khamenei gugur dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu sempat memicu pertanyaan besar publik mengenai kondisi dan metode penyimpanan jenazah.
Secara resmi, otoritas Iran menepis isu miring dan menegaskan bahwa jenazah Ali Khamenei dirawat dengan penghormatan tertinggi sesuai syariat.
Pemerintah sengaja menunda ritual pemakaman massal ini akibat situasi keamanan yang tidak menentu selama perang berkecamuk, yang baru mereda setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai bulan lalu.
"Jenazah telah dijaga dengan rasa hormat dan perhatian tertinggi, sesuai dengan standar Islam dan hukum. Jenazah tidak dimakamkan maupun ditempatkan di tempat penitipan di mana pun," ujar Iman Attarzadeh, juru bicara Markas Khusus Pemakaman dan Penguburan Ali Khamenei, seperti dikutip dari Euronews.
Disimpan di Fasilitas Pendingin Khusus Tanpa Bahan Kimia
Mengingat hukum Islam umumnya mewajibkan jenazah untuk segera dikebumikan, para pakar menyebut otoritas Iran menggunakan dispensasi khusus dalam aturan hukum Islam Syiah untuk menjaga kondisi fisik sang pemimpin.
Baca juga: Teheran Siaga Tinggi dan Dijaga Ketat selama Rangkaian Pemakaman Ali Khamenei
Pakar penanggulangan terorisme, Omar Mohammed, menjelaskan kepada Fox News Digital bahwa mekanisme yang digunakan hampir pasti merupakan penyimpanan suhu dingin ekstrem (cold storage), bukan pembalseman kimiawi. Langkah ini diambil karena Islam melarang penggunaan bahan kimia pada jenazah.
"Hukum Syiah mengizinkan penundaan pemakaman Iran dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus-kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk seorang Pemimpin Tertinggi sangat mudah didapatkan," terang Omar.
Isak Tangis di Grand Mosalla Teheran dan Misteri Sang Penerus
Berdasarkan laporan Reuters, peti mati Ali Khamenei yang bersanding dengan peti mati kecil cucu perempuannya yang masih balita kini telah disemayamkan di Grand Mosalla Teheran.
Tempat ini dipadati oleh ribuan pendukung yang menangis dan meratapi kepergian sang pemimpin beserta keluarganya yang ikut tewas dalam serangan udara tersebut.
Baca juga: Iran Peringatkan Israel Usai Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei Diancam Dibunuh
Namun, di tengah atmosfer penuh emosi tersebut, sosok Mojtaba Khamenei yang telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru lagi-lagi tidak menampakkan diri. Ketidakhadirannya di publik sejak perang pecah memperkuat laporan bahwa putra mahkota tersebut mengalami luka yang sangat serius dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya.
Rangkaian upacara berkabung ini dijadwalkan akan terus berlanjut di beberapa kota suci di Iran dan Irak, sebelum prosesi akbar pemakaman Ali Khamenei berakhir di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli mendatang. (danur/kps)