Naik 2,54% dibanding Semester I 2025, kereta api semakin diminati wisatawan mancanegara untuk menikmati perjalanan lintas kota, lanskap alam, dan pesona budaya Indonesia

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren positif perjalanan wisatawan mancanegara menggunakan KA Jarak Jauh. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara, meningkat 2,54% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 301.219 wisatawan mancanegara.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia. Bagi wisatawan mancanegara, perjalanan dengan kereta api menawarkan cara yang nyaman untuk berpindah antarkota sekaligus menikmati suasana lokal dari dekat.

“Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan, hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia,” ujar Anne.

Minat wisatawan mancanegara terhadap kereta api juga terlihat dari tren beberapa tahun terakhir. Pada 2022, KA Jarak Jauh KAI melayani 300.708 wisatawan mancanegara. Jumlah tersebut meningkat menjadi 580.995 wisatawan pada 2023, lalu 669.226 wisatawan pada 2024, dan mencapai 694.123 wisatawan pada 2025. Dalam rentang 2022 hingga 2025, volume wisatawan mancanegara yang menggunakan KA Jarak Jauh tumbuh 130,83%.

Anne menjelaskan, pertumbuhan tersebut selaras dengan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung konektivitas menuju berbagai destinasi wisata. KA Jarak Jauh menghubungkan kota-kota utama, kawasan budaya, pusat kuliner, destinasi alam, serta wilayah yang menjadi magnet kunjungan wisatawan.

Berikut 10 stasiun dengan keberangkatan wisatawan mancanegara tertinggi pada Semester I 2026:

1. Gambir: 50.067 wisatawan mancanegara
2. Yogyakarta: 49.202 wisatawan mancanegara
3. Bandung: 28.078 wisatawan mancanegara
4. Pasarsenen: 16.980 wisatawan mancanegara
5. Surabaya Gubeng: 15.514 wisatawan mancanegara
6. Semarang Tawang: 11.668 wisatawan mancanegara
7. Malang: 9.881 wisatawan mancanegara
8. Surabaya Pasar Turi: 7.899 wisatawan mancanegara
9. Cirebon: 6.474 wisatawan mancanegara
10. Probolinggo: 6.152 wisatawan mancanegara

Total keberangkatan wisatawan mancanegara dari 10 stasiun tersebut mencapai 201.915 pelanggan atau 65,37% dari total wisatawan mancanegara pengguna KA Jarak Jauh pada Semester I 2026. Data ini menunjukkan bahwa stasiun-stasiun utama KAI menjadi pintu penting bagi mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

“KAI melihat perjalanan wisatawan mancanegara dengan kereta api sebagai bagian dari promosi pesona Indonesia. Setiap lintas menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari panorama alam, wajah kota, keramahan layanan, hingga kemudahan akses menuju destinasi wisata,” kata Anne.

KAI terus memperkuat layanan KA Jarak Jauh melalui peningkatan kualitas sarana, kebersihan, keselamatan, ketepatan waktu, serta kemudahan pemesanan tiket melalui Access by KAI. KAI juga mendorong integrasi layanan agar perjalanan wisatawan semakin mudah sejak tahap perencanaan hingga tiba di kota tujuan.

Anne menambahkan, kehadiran wisatawan mancanegara di layanan KA Jarak Jauh turut memberi dampak positif bagi ekosistem pariwisata daerah. Perjalanan mereka membuka ruang bagi aktivitas hotel, kuliner, transportasi lanjutan, pemandu wisata, UMKM, serta pelaku ekonomi lokal di sekitar stasiun dan destinasi.

“Kereta api menjadi penghubung yang mempertemukan wisatawan dengan banyak cerita tentang Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan agar semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya,” tutup Anne.