Tribunlampung.co.id, Lumajang - Seorang gadis yatim piatu bernama Merinda Tri Agustin (22) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Kakek di Banyumas Tewas Misterius, Polisi Tetapkan Istri sebagai Tersangka Pembunuhan
Korban ditemukan tanpa busana dengan mulut tersumpal.
Keluarga juga menduga kematiannya tidak wajar karena terdapat luka lebam dan sayatan di tubuh korban.
Pihak keluarga meminta aparat kepolisian melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian perempuan yang akrab disapa Meri tersebut.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah pacarnya merasa curiga karena ponsel Meri tidak dapat dihubungi.
Sang pacar kemudian meminta bantuan tetangga untuk mengecek kondisi korban di rumahnya.
"Berdasarkan cerita tetangga, pacarnya menelepon karena HP korban tidak aktif. Lalu tetangga datang untuk melihat kondisinya," ujar Diana, bibi korban.
Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia.
"Informasi dari tetangga, korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana," kata Diana.
Menurut Diana, Meri tinggal seorang diri di rumah tersebut karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Selama ini korban sesekali ditemani kerabat, namun saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang berada di rumah.
"Biasanya korban bersama tantenya. Jadi keluarga tidak ada yang mengetahui kejadian itu. Kami baru tahu setelah korban ditemukan meninggal," ujarnya.
Diana mengaku tidak melihat langsung kondisi jenazah karena saat keluarga tiba, tubuh korban telah ditutup kain.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat luka lebam dan sayatan pada tubuh korban serta mulut korban dalam kondisi tersumpal.
"Katanya ada luka lebam atau sayatan. Untuk memastikannya kami meminta autopsi agar penyebab kematiannya jelas," ujarnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Merinda Tri Agustin.
Keluarga berharap hasil autopsi dapat memberikan kepastian mengenai penyebab meninggalnya korban.
Berikut kejanggalan dari tewasnya Meri:
Meri diduga meninggal dunia karena penganiayaan.
Hal ini terlihar dari bekas darah di lantai dan dinding kamar korban.
Bahkan kondisi kasurnya juga sudah berantakan.
Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengungkapkan saat ditemukan, posisi tubuh korban terlentang di atas kasur dengan kondisi tanpa pakaian.
"Sampai saat ini masih dalam penyelidikan, adapun luka atau semacamnya masih menunggu hasil autopsi RSUD Haryoto Lumajang," ujarnya.
Suprapto juga belum bisa memastikan adanya kekerasan seksual atau tidak. Sebab proses penyelidikan masih berlangsung hingga saat ini.
"Nanti akan kami sampaikan lebih update. Adapun bukti yang kami temukan hanya pakaian korban saat di tempat kejadian perkara," tambahnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Muhammad Ari Nuzul Aulia belum bisa dimintai keterangan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon."Mohon waktu ya," katanya.
Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengungkapkan, kasus tersebut terungkap pada pukul 10.00 WIB. Tapi keluarga baru laporan ke polisi sekira pukul 13.00 WIB
Suprapto mengakui kalau terungkapnya jenazah Meri setelah pacarnya menelepon tetangga untuk minta dicek kondisinya.
Sebab kekasihnya ini tidak merespon saat dihubungi melalui smartphone-nya.
"Tidak lama kemudian saksi E mendatangi rumah korban dan melakukan pengecekan. setelah tiba dirumah korban kemudian masuk rumah," ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, saat itu kondisi rumah korban dalam keadaan tertutup, tetapi tidak dikunci, sehingga tetangga tersebut akhirnya masuk untuk mengecek keadaan gadis umur 22 tahun itu.
"Selanjutnya tetangga tersebut menemukan korban di kamar belakang dalam keadaan telanjang," ucapnya.
Hasil pemeriksaan awal kepolisian bersama petugas medis Puskesmas Randuagung.
Dia mengungkapkan terdapat luka pada jari tangan sebelah kiri saat korban meninggal dalam telanjang.
"Ditemukan kain celana yang terikat pada leher. Pada mulut korban disekap (disumpal) dengan menggunakan kain," imbuhnya.
Suprapto mengungkapkan, saat ini proses autopsi jenazah korban masih berlangsung sesuai dengan permintaan keluarga.
Sumber: TribunJateng.com