Ayah Korban Kebakaran di Gandus Palembang Ungkap Kejanggalan, Anak Wafat Motor Hilang Saat Kejadian
Odi Aria July 04, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Duka masih menyelimuti keluarga korban kebakaran rumah di Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu mengakibatkan tiga anak menjadi korban. Mereka sempat dievakuasi warga dari rumah yang terbakar sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, satu di antaranya, MGA (2) alias G, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin pada Kamis (25/6/2026) malam.

Sementara satu saudaranya masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang diderita. Kemudian satu anak lagi sudah diperbolehkan pulang.

Di tengah suasana duka tersebut, ayah korban, Ardian Rusli, akhirnya menceritakan detik-detik sebelum musibah terjadi.

Ia mengaku dirinya bersama sang istri telah memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat membeli perlengkapan sekolah.

Namun, sekitar 20 menit setelah meninggalkan rumah, keduanya menerima kabar bahwa rumah mereka telah dilalap api.

Hingga kini, Ardian juga mengaku masih menyimpan tanda tanya terkait penyebab kebakaran, termasuk hilangnya sepeda motor yang sebelumnya diparkir di dalam rumah.

Baca juga: Breaking News: Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Intensif

Berikut petikan wawancara Sripoku.com bersama Ardian Rusli.

Sripoku.com: Bisa Bapak jelaskan awal mula Bapak mendapatkan informasi tentang kebakaran ini?

Ardian Rusli: Sebelumnya kami ingin membeli perlengkapan sekolah. Sebelum pergi, kami sudah cek semua kondisi rumah, mulai dari kompor gas, listrik, semua sudah diperiksa. Setelah dirasa aman, kami kemudian pergi ke Pasar 16.

Belum sampai di Pasar 16, baru jalan sekitar 20 menit, ada yang menelepon bahwa rumah kami kebakaran dan api sudah besar.

Setelah itu kami langsung menuju rumah. Kami panik, tapi alhamdulillah tidak terjadi apa-apa di jalan. Sepanjang perjalanan kami terus berdoa dan yang ada di pikiran hanya tiga anak yang ada di rumah.

Sebelum sampai di rumah, kami dicegat seseorang dan diberi tahu kalau anak-anak kami sudah berada di Klinik Opina. Akhirnya kami langsung ke klinik untuk melihat kondisi mereka dan tidak sempat ke rumah.

Sripoku.com: Apa yang Bapak rasakan saat mendengar rumah terbakar, padahal sebelumnya sudah memastikan kondisi rumah aman?

Ardian Rusli: Pikiran saya blank, kacau. Karena rumah sudah kami cek semua, rasanya tidak mungkin api langsung sebesar itu dalam hitungan menit.

Yang membuat saya merasa janggal, motor yang diparkir di dalam rumah justru hilang. Bangkainya pun tidak ditemukan. Itu yang masih menjadi tanda tanya bagi saya.

Sripoku.com: Bagaimana kondisi rumah saat Bapak tiba?

Ardian Rusli: Kondisinya sudah ludes terbakar. Habis semuanya. Sampai sekarang bangkai motor juga tidak ada.

Sripoku.com: Bagaimana proses penyelamatan yang dilakukan warga dan petugas pemadam kebakaran?

Ardian Rusli: Saat itu saya fokus ke anak-anak, tidak sempat memikirkan rumah atau barang-barang. Alhamdulillah ada nenek dan saudara saya yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Sripoku.com: Bagaimana perasaan Bapak setelah salah satu anak tidak dapat diselamatkan?

Ardian Rusli: Tidak bisa berkata-kata, pilu sekali. Sebagai orangtua saya tidak tahu harus mengatakan apa. Apalagi anak yang bungsu sangat dekat dengan saya. Mandi selalu sama saya.

Peristiwa ini benar-benar di luar nalar saya. Tapi saya sudah ikhlas karena semua sudah menjadi ketentuan Allah. Meski begitu, masih ada kejanggalan di hati saya karena motor saya tidak ada di tempat. Saya berharap semua ini bisa terungkap dengan jelas.

Sripoku.com: Bagaimana kondisi kedua anak Bapak yang masih dirawat?

Ardian Rusli: Kalau nomor empat masih belum sadarkan diri, tapi sudah mulai batuk-batuk dan kemarin sudah dioperasi. Sebagai orangtua, melihat anak dalam kondisi seperti itu sangat pilu.

Sedangkan nomor dua sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit dr. AK Gani Palembang.

Sripoku.com: Apakah ada bantuan yang diterima keluarga?

Ardian Rusli: Bantuan ada dari instansi berwenang dan keluarga. Kalau dari lingkungan tetangga belum ada.

Sripoku.com: Bagaimana kondisi istri dan anak-anak saat ini?

Ardian Rusli: Semua syok. Kami tidak bisa banyak bicara, hanya menahan semuanya di dalam hati dan berserah kepada Allah. Semoga ada hikmah di balik semua ini.

Sripoku.com: Apa yang menguatkan Bapak setelah musibah ini?

Ardian Rusli: Saya yakin semua ini hanyalah titipan dan suatu saat akan kembali kepada-Nya. Saya juga yakin semua ini pasti ada hikmahnya.

Sripoku.com: Pelajaran apa yang Bapak dapatkan dari peristiwa ini?

Ardian Rusli: Lebih mendekatkan diri kepada Allah. Siapa tahu ini adalah teguran agar kami semakin dekat kepada-Nya. Kami belajar untuk ikhlas dan sabar.

Sripoku.com: Apa pesan Bapak untuk masyarakat?

Ardian Rusli: Cukuplah musibah ini terjadi pada keluarga kami saja. Semoga semua orangtua lebih fokus menjaga anak-anaknya. Ingat, anak jauh lebih berharga daripada harta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.