Antrean BBM Biosolar Ganggu Operasional Trans Padang, Penumpang Dipindahkan ke Bus Lain
Rahmadi July 04, 2026 03:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Dampak dari antre bahan bakar minyak (BBM) biosolar di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, sopir Trans Padang harus memindahkan penumpang ke koridor lain.

Sebab, antrean kendaraan terpantau panjang di SPBU tersebut sejak Sabtu (4/7/2026) pagi hingga siang.

Sopir, Dasril (49) mengaku sudah terjebak kemacetan selama satu jam setengah lebih di SPBU Khatib Sulaiman.

Ia mengaku kondisi kendaraan yang antre BBM Biosolar kembali terjadi selama sebulan terakhir di beberapa SPBU lainnya, tidak ada hanya di Khatib Sulaiman.

"Sudah sebulan terakhir begini, sebelumnya kan juga susah, tapi sempat lancar, lalu susah lagi, antrean di mana-mana, tidak hanya di sini," kata sopir Trans Padang jalur Jalan Imam Bonjol-Batas Kota.

Baca juga: Viral Mobil Patwal Terobos Macet di Lintas Padang-Singkarak, Dirlantas Polda Sumbar Cek Kebenaran

Dasril mengatakan jam operasional kerja menjadi terganggu, dan penumpang tidak bisa ke tempat tujuan naik Trans Padang.

Ia juga merasa kasihan kepada penumpangnya, sebab antrean membeli BBM biosolar, harus menghabiskan waktu berjam-jam.

"Kasihan kita sama penumpang, karena antre beli solar lama," ujarnya.

Namun saat antre di SPBU Khatib, ia menyebut membawa beberapa penumpang dari Batas Kota menuju Imam Bonjol.

Untuk mengantisipasi penumpang agar tidak menunggu lama, Dasril meminta mereka pindah ke bus Trans Padang lainnya.

"Tadi ada penumpang, kita pindahkan ke mobil lain, kasihan kita lama menunggu. Mereka juga mengeluh, tapi kita jawab, kalau kondisi mengisi solar seperti ini," tuturnya.

Baca juga: Dua Pemain Asing Semen Padang FC Segera Diperkenalkan, Ditargetkan Gabung Sebelum TC Yogyakarta

Ia berharap kepada pemerintah untuk bisa mendistribusikan BBM biosolar kepada pengendara, termasuk sopir angkutan umum secara lancar.

Sebab, dampak dari antrean panjang tersebut, membuat para pengendara kehilangan waktu operasional kerja akibat antre berjam-jam.

"Harapannya, solar ini tidak susah didapatkan dan antre lagi, kasihanlah kepada sopir, apalagi yang bawa angkutan umum seperti saya ini," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.