Madura Terpopuler: Kecelakaan Maut 5 Kendaraan di Bangkalan hingga Sinergi Bupati Sumenep dengan TNI
Dwi Prastika July 04, 2026 02:36 PM

Kemudian kecelakaan beruntun di Bangkalan akses Suramadu, masuk Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Yang belakangan diketahui, sopir bus tidak tidur selama dua hari sebelum kejadian.

Lalu puluhan warga Kabupaten Sampang, Madura, yang merantau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus kembali ke Tanah Air lebih cepat, setelah tersandung persoalan administrasi di negara tujuan kerja.

Bupati Sumenep Perkuat Sinergi dengan TNI, Danrem 084/Bhaskara Jaya

KUNJUNGAN - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menerima kunjungan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Rabu (1/7/2026) malam. Achmad Fauzi menegaskan, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan TNI harus terus diperkuat sebagai modal utama menciptakan daerah yang aman, kondusif, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan.
KUNJUNGAN - Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menerima kunjungan Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Rabu (1/7/2026) malam. Achmad Fauzi menegaskan, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan TNI harus terus diperkuat sebagai modal utama menciptakan daerah yang aman, kondusif, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan. (Istimewa/TribunMadura.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, terus memperkuat sinergi dengan jajaran TNI guna menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerima kunjungan Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (1/7/2026) malam.

Dalam pertemuan itu, Bupati Achmad Fauzi didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep.

Achmad Fauzi menegaskan, komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan TNI harus terus diperkuat sebagai modal utama menciptakan daerah yang aman, kondusif, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan tidak bisa dijalankan oleh pemerintah daerah semata.

Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri hingga instansi vertikal lainnya agar berbagai program prioritas dapat terlaksana secara maksimal.

"Silaturahmi ini menjadi momentum untuk semakin mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI. Melalui komunikasi yang semakin kuat, kami optimistis pembangunan di Kabupaten Sumenep akan berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," kata Achmad Fauzi.

Ia menjelaskan, kolaborasi yang solid antarinstansi akan menjadi penopang keberhasilan berbagai agenda pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah.

"Jika kolaborasi sudah terbangun dengan baik, pelaksanaan program-program prioritas pemerintah tentu akan berjalan lebih optimal," ujarnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga menekankan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Selengkapnya di Sini

Sopir Bus Rombongan Santri Tak Tidur 2 Hari sebelum Kecelakaan di Suramadu yang Tewaskan Pasutri

KECELAKAAN BERUNTUN BANGKALAN - Sebuah bus, mobil Toyota Avanza, sepeda motor, truk boks, dan truk Fuso terlibat kecelakaan beruntun di Bangkalan, Madura, Jumat (3/7/2026). Dua orang tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan maut di Bangkalan, akses Suramadu sisi Madura, masuk Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, itu.
KECELAKAAN BERUNTUN BANGKALAN - Sebuah bus, mobil Toyota Avanza, sepeda motor, truk boks, dan truk Fuso terlibat kecelakaan beruntun di Bangkalan, Madura, Jumat (3/7/2026). Dua orang tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan maut di Bangkalan, akses Suramadu sisi Madura, masuk Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, itu. (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

Sebuah bus, mobil Toyota Avanza, sepeda motor, truk boks, dan truk Fuso terlibat kecelakaan beruntun di Bangkalan, Madura, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Dua orang tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan maut di Bangkalan, akses Suramadu sisi Madura, masuk Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, itu.

Informasi awal, kedua korban merupakan warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. 

"Tragisnya, korban meninggal dunia merupakan pasangan suami istri," ungkap Kapolsek Burneh, Iptu Herly, kepada TribunMadura.com di lokasi kejadian.

Kecelakaan bermula ketika bus nopol M 7537 UA menyeruduk mobil Toyota Avanza warna putih hingga terpental keluar jalur.

Bus bermuatan penuh keluarga dari santri itu terus melaju menabrak sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri korban meninggal dunia.

Tidak berhenti di situ, laju bus masih menyeruduk kendaraan truk boks nopol W 9042 PC hingga mengakibatkan truk bermuatan logistik berupa snack itu terpental dan terguling melintang di tengah jalur akses Suramadu. 

Laju kendaraan bus akhirnya terhenti setelah menghujam bagian belakang kendaraan truk Fuso nopol N 9144 UF yang bermuatan kardus isi snack.

Moncong bus melekat pada bak belakang truk.

Dua kendaraan bertubuh bongsor itu terhenti di pinggir sisi kanan median jalan. 

"Sopir bus dua hari tidak tidur. Data sementara, korban luka ringan sejumlah tujuh orang, terdiri dari satu sopir truk boks dan enam orang dari keluarga santri," jelas Herly. 

Baca Selengkapnya di Sini

Puluhan PMI Sampang Dipulangkan Paksa dari Luar Negeri, Malaysia Paling Banyak

PMI DIDEPORTASI - Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara di Malaysia akibat persoalan keimigrasian, Jumat (3/7/2026).
PMI DIDEPORTASI - Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara di Malaysia akibat persoalan keimigrasian, Jumat (3/7/2026). (Istimewa/TribunMadura.com)

Puluhan warga Kabupaten Sampang, Madura, yang merantau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus kembali ke Tanah Air lebih cepat, setelah tersandung persoalan administrasi di negara tujuan kerja.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat 22 PMI asal Sampang dideportasi dari luar negeri.

Sebagian besar pemulangan paksa itu terjadi karena para pekerja diketahui berangkat melalui jalur nonprosedural atau tanpa kelengkapan dokumen kerja yang sah.

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PPTK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Uriantono Triwibowo, mengatakan, mayoritas deportasi berasal dari Malaysia, sementara Arab Saudi menempati urutan berikutnya sebagai negara asal pemulangan PMI.

Hampir seluruh PMI yang dideportasi berstatus pekerja nonprosedural. 

"Biasanya mereka hanya memiliki paspor, tetapi tidak disertai izin kerja atau dokumen ketenagakerjaan yang sah," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

"Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terjaring razia hingga akhirnya dideportasi," imbuhnya.

Menurutnya, para PMI yang dipulangkan tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang.

Baca Selengkapnya di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.