TRIBUNNEWS.COM - Babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya resmi lengkap setelah Kolombia, Mesir, dan Argentina menjadi tiga tim terakhir yang memastikan tiket dari fase 32 besar, Sabtu (4/7/2026).
Sebanyak 16 negara kini siap memperebutkan delapan tempat di perempat final dengan komposisi kekuatan yang menarik, yakni tujuh wakil Eropa, tujuh wakil Amerika, dan dua wakil Afrika.
Sebelumnya, pengamat sepak bola dari Spieltag Indonesia, Adrian, menilai format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan membuat persaingan menjadi semakin menarik karena lebih banyak tim mendapat kesempatan tampil di panggung dunia.
Namun, dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, ia mengingatkan tantangan terbesar bagi para favorit juara adalah menjaga kebugaran pemain hingga fase gugur.
"Favorit juara harus benar-benar mengatur fisik pemain supaya tetap fresh sampai fase gugur," kata Adrian.
Prediksi tersebut mulai terlihat pada babak 16 besar, ketika sejumlah tim unggulan harus menguras tenaga untuk lolos, termasuk Argentina yang dipaksa bermain selama 120 menit sebelum menyingkirkan Cape Verde.
Kolombia menjadi tim terakhir dari benua Amerika yang melengkapi daftar peserta 16 besar setelah mengalahkan Ghana 1-0 di Kansas City Stadium.
Gol tunggal Jhon Arias pada menit ke-14 sudah cukup mengantar tim asuhan Nestor Lorenzo melaju ke babak berikutnya.
Kolombia sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menang dengan skor lebih besar, tetapi penampilan gemilang kiper Lawrence Ati-Zigi membuat Ghana terhindar dari kekalahan telak.
Di laga lain, Mesir mencatat sejarah baru dengan memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
The Pharaohs menyingkirkan Australia lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Sementara itu, Argentina harus berjuang keras sebelum mengalahkan Cape Verde 3-2 melalui babak tambahan waktu.
Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral lewat satu gol dan kontribusi dari dua sepak pojok yang menghasilkan gol bagi Albiceleste.
Komposisi peserta babak 16 besar menunjukkan keseimbangan kekuatan antara Eropa dan Amerika.
Masing-masing benua mengirim tujuh wakil, sedangkan Afrika menyisakan dua negara, yakni Maroko dan Mesir.
Menariknya, penyebaran kekuatan di bagan turnamen juga cukup merata. Pada bagan kiri atau atas terdapat empat wakil Eropa, yakni Prancis, Portugal, Spanyol, dan Belgia.
Mereka akan ditemani tiga wakil Amerika, yaitu Paraguay, Kanada, dan Amerika Serikat, serta satu wakil Afrika, Maroko.
Sementara bagan kanan dihuni empat wakil Amerika, yakni Brasil, Meksiko, Argentina, dan Kolombia.
Di sisi ini terdapat tiga wakil Eropa, yaitu Norwegia, Inggris, dan Swiss, serta satu wakil Afrika, Mesir.
Bagan kiri
Bagan kanan
Jika melihat bagan turnamen, jalur kiri dinilai menjadi lintasan paling berat menuju final.
Di sektor tersebut terdapat Prancis yang tampil impresif sejak fase grup. Les Bleus berpotensi bertemu Maroko di perempat final apabila sama-sama lolos.
Tak hanya itu, pemenang duel Portugal melawan Spanyol juga berpeluang menjadi lawan berikutnya di semifinal.
Kombinasi empat tim elite tersebut membuat bagan kiri disebut sebagai "jalur neraka" menuju partai puncak.
Sebaliknya, bagan kanan terlihat lebih terbuka meski tetap menyimpan ancaman besar.
Brasil masih menjadi salah satu favorit meski performanya belum sepenuhnya stabil.
Norwegia memiliki mesin gol Erling Haaland, Meksiko mendapat keuntungan sebagai tuan rumah, sedangkan Inggris masih diperkuat Harry Kane.
Di atas kertas, Argentina memperoleh jalur yang relatif lebih ringan dibanding beberapa rival utama.
Tim asuhan Lionel Scaloni akan menghadapi Mesir di babak 16 besar.
Jika lolos, mereka akan berjumpa pemenang laga Kolombia melawan Swiss pada perempat final.
Namun kemenangan dramatis atas Cape Verde menjadi pengingat bahwa tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia.
Argentina dipaksa bermain hingga 120 menit sebelum memastikan kemenangan 3-2.
Kondisi tersebut sekaligus memperkuat peringatan Adrian bahwa manajemen kebugaran akan menjadi faktor penentu bagi tim-tim yang ingin melangkah jauh.
Setelah kemenangan sulit, Messi meminta rekan-rekannya tidak cepat puas hanya karena berhasil lolos ke babak berikutnya, mengingat masih banyak laga menuju ke final.
"Kami sudah mengeluarkan energi yang sangat besar. Sekarang yang penting adalah beristirahat, memikirkan pertandingan berikutnya, mengambil hal-hal positif yang kami lakukan, dan memperbaiki hal-hal buruk karena hari ini jumlahnya juga cukup banyak," kata Messi setelah menang atas Cape Verde, dikutip TycSports.
Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat akibat format baru Piala Dunia 2026, kemampuan menjaga kondisi fisik diperkirakan akan sama pentingnya dengan kualitas teknis di lapangan.
Setiap kesalahan kini bisa langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim menuju gelar juara dunia.
(Tribunnews.com/Tio)