Rekam Jejak Herman Saheruddin yang Dilantik Menkeu Purbaya Jadi Dirjen SPSK Kemenkeu
Putra Dewangga Candra Seta July 04, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Nama Herman Saheruddin menjadi sorotan setelah resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) di Kementerian Keuangan.

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama dua pejabat pimpinan tinggi madya lainnya pada Rabu (1/7/2026).

Penunjukan Herman Saheruddin menandai kepercayaan pemerintah kepada sosok yang memiliki rekam jejak panjang di bidang stabilitas sistem keuangan, riset perbankan, dan pengembangan sektor keuangan.

Pengalamannya di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga menjadi Tenaga Ahli Menteri Keuangan dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Dalam pelantikan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga melantik Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran dan Evita Mantovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa pelantikan para direktur jenderal bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan penyerahan amanah dari negara, rakyat, dan Presiden kepada para pejabat yang dipercaya mengemban jabatan strategis.

"Hari ini saya melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya pada posisi yang sangat strategis, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, dan Direktur Jenderal Anggaran," kata Purbaya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Rekam Jejak Herman Saheruddin di Sektor Keuangan

RUPIAH MELEMAH - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Pengambilan Keputusan RUU P2SK di DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Menkeu Purbaya merespon terkait nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar.
RUPIAH MELEMAH - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Pengambilan Keputusan RUU P2SK di DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Menkeu Purbaya merespon terkait nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar. (kompas.com)

Herman Saheruddin merupakan ekonom dan pejabat di Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Dirjen SPSK). Ia resmi dilantik pada 1 Juli 2026 setelah sebelumnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen SPSK.

Latar belakang pendidikan Herman berada di bidang ekonomi, manajemen, dan keuangan. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Ilmu Manajemen dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi doktoral di University of South Carolina, Amerika Serikat, dengan spesialisasi perbankan dan keuangan. Disertasinya mengulas hubungan antara pinjaman bank, asuransi simpanan, dan deregulasi sektor perbankan.

Karier profesional Herman banyak berkembang di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak bergabung pada 2010. Selama bertugas, ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari staf manajemen risiko, spesialis riset senior, Direktur Group Hubungan Internasional, hingga Direktur Group Riset.

Pada 2025, ia juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kantor Persiapan Program Restrukturisasi Perbankan dan Hubungan Lembaga.

Sebelum menjadi Dirjen SPSK, Herman menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengembangan Sektor Keuangan, lalu ditunjuk sebagai Plt Dirjen SPSK sebelum akhirnya dilantik sebagai pejabat definitif.

Di tingkat internasional, Herman aktif mewakili Indonesia dalam berbagai forum sektor keuangan, termasuk International Association of Deposit Insurers (IADI) dan International Forum of Insurance Guarantee Schemes.

Pada 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Research Technical Committee untuk kawasan Asia-Pasifik di IADI dengan masa jabatan selama dua tahun.

Berbekal pengalaman panjang di bidang riset, manajemen risiko, penjaminan simpanan, dan kebijakan perbankan, Herman Saheruddin dikenal sebagai salah satu pejabat yang memiliki kompetensi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Keahliannya mencakup pengembangan sektor keuangan, resolusi perbankan, manajemen risiko, serta penyusunan kebijakan yang mendukung ketahanan industri keuangan Indonesia.

Pesan Purbaya: Jaga Stabilitas dan Kelola APBN dengan Penuh Tanggung Jawab

Dalam arahannya, Purbaya mengingatkan bahwa para direktur jenderal yang baru akan menghadapi tantangan besar di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, Kementerian Keuangan harus tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi, membaca berbagai risiko secara cermat, sekaligus berani mengambil keputusan strategis demi kepentingan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara hati-hati agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Setiap rupiah uang negara harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, mendukung program prioritas presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah. Kita tidak boleh bekerja hanya dengan logika administrasi. Kita harus bekerja dengan rasa tanggung jawab, kepekaan, dan keberpihakan kepada rakyat," tuturnya.

Selain itu, Purbaya meminta Herman Saheruddin beserta dua direktur jenderal lainnya menjalankan amanah dengan penuh integritas.

"Jabatan yang saudara emban adalah kepercayaan yang sangat besar. Di balik setiap keputusan yang saudara ambil, ada dampak terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, dunia usaha, dan kehidupan masyarakat," tegasnya.

Penunjukan Herman Saheruddin menunjukkan bahwa pemerintah memilih figur teknokrat dengan pengalaman kuat di bidang riset dan stabilitas sektor keuangan.

Latar belakangnya di LPS membuat Herman memahami mekanisme pengawasan perbankan, mitigasi risiko, hingga penanganan potensi krisis keuangan.

Ke depan, tantangan yang dihadapi Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan diperkirakan semakin besar. Ketidakpastian ekonomi global, transformasi digital di sektor jasa keuangan, perkembangan teknologi finansial, hingga dinamika pasar internasional menuntut kebijakan yang adaptif namun tetap menjaga stabilitas nasional.

Dengan kombinasi pengalaman birokrasi, akademik, dan keterlibatan dalam forum keuangan internasional, Herman Saheruddin diharapkan mampu memperkuat koordinasi kebijakan sektor keuangan sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat terhadap sistem keuangan Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.