TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kondisi fisik MAN (30) menjadi perhatian saat mendatangi kantor kuasa hukumnya di kawasan Pancuran, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (3/7/2026) petang.
Perempuan asal Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu tampak duduk dengan balutan perban kasa putih yang masih menutupi sebagian lengan kirinya.
Meski sebagian besar luka tertutup perban, sejumlah bekas luka bakar masih terlihat jelas di beberapa bagian tubuhnya.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bekas luka tersebut masih membekas, mulai dari punggung tangan hingga lipatan siku.
Perubahan warna kulit serta jaringan parut yang tampak pada area tersebut memperlihatkan bahwa luka yang dialami belum sepenuhnya pulih.
Lengan bagian bawah hingga pertengahan lengan atas terlihat dibalut perban kasa putih yang cukup tebal.
Baca juga: Sosok Mufli Budi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Lulusan D3, S1 Tak Selesai
Sementara itu, pada bagian punggung tangan yang tidak tertutup perban tampak bekas luka bakar yang sudah mengering.
Permukaan kulit terlihat tidak lagi rata dan tampak mengilap.
Warna kulit pada area tersebut juga berubah, dengan bercak kecokelatan gelap berdampingan dengan bagian berwarna putih pucat yang menyerupai jaringan parut.
Tak hanya di tangan kiri, bekas luka serupa juga terlihat pada pergelangan tangan kanan.
Di bagian tersebut tampak bercak putih yang diduga merupakan bekas luka bakar.
Saat berada di ruang kantor kuasa hukumnya, MAN terlihat mengenakan hijab berwarna krem yang dipadukan dengan cadar.
Ia duduk dengan tenang sambil meletakkan tangan kirinya yang masih dibalut perban di atas pangkuannya.
Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang
Dari posisi tersebut, kontras antara kulit yang masih sehat dengan area yang mengalami luka bakar terlihat cukup jelas.
Kondisi fisik MAN pun menjadi sorotan, seiring proses pendampingan hukum yang tengah dijalaninya terkait dugaan peristiwa yang sebelumnya telah diungkap kepada publik.
Bagian yang paling menyita perhatian muncul ketika ibunya, Sri Haryati, yang berada di sampingnya membantu menyibak lengan baju gamis pada tangan kanan MAN.
Di area lengan bawah hingga melewati lipatan siku tampak bekas luka bakar yang luas.
Warnanya merah kehitaman dengan tekstur kasar, kering, dan mengerut.
Di beberapa bagian terlihat area kulit berwarna putih susu akibat hilangnya pigmen.
Sebuah balutan kasa kecil juga masih menempel di dekat lipatan siku.
Meski sebagian luka telah memasuki fase penyembuhan, bekas yang tertinggal masih terlihat jelas.
Saat diwawancarai, MAN mengaku luka fisik tersebut bukan satu-satunya beban yang masih ia rasakan hingga sekarang.
Perempuan berusia 30 tahun itu beberapa kali menangis ketika menceritakan dugaan kekerasan yang menurut pengakuannya dialaminya selama bertahun-tahun.
Dengan suara bergetar, MAN mengaku mengalami berbagai bentuk kekerasan saat menjalin hubungan dengan seorang anggota polisi berinisial Aiptu N.
"Kejadiannya ya yang aku alami, aku mengalami penyiksaan, terus sampai penyiraman air keras," ujar MAN, Jumat (3/7/2026) petang.
Menurut pengakuannya, perkenalan dengan terlapor bermula dari seorang teman pada pertengahan tahun 2023.
Namun sejak awal hubungan tersebut, ia mengaku sudah menerima perlakuan yang tidak semestinya.
"Awal mula aku dikenalin oleh teman. Di awal pertama kenal juga udah dicekokin narkotika," ucapnya.
MAN menuturkan dugaan penyiraman air keras yang dialaminya terjadi pada September 2025.
Selain itu, ia mengaku pernah mengalami pemukulan dan berbagai bentuk intimidasi.
"Lebih ke penyiksaan, pemukulan, terus juga akan disebari video asusila," katanya.
Di tengah tekanan yang disebut terus dialaminya, keluarga menjadi tempat bersandar.
Dukungan dari ibu dan kakaknya disebut menjadi alasan utama dirinya akhirnya berani melapor.
Namun, tangis MAN pecah ketika menceritakan anaknya yang kini berusia empat tahun.
Menurut pengakuannya, sang anak yang saat itu masih balita disebut ikut menyaksikan sebagian peristiwa yang dialaminya.
"Menyaksikan," ucap MAN singkat sebelum menangis.
"Iya, dulu menyaksikan penyiksaan," lanjutnya.
MAN juga mengaku anaknya pernah melihat berbagai peristiwa yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya.
"Sampai melihat penyimpangan seks yang dilakukan beliau sama aku. Hubungan badan itu di depan anak aku," katanya.
Ia bahkan mengklaim anaknya pernah diperlihatkan konten yang tidak pantas.
"Sampai anak aku pernah pinjam HP beliau, ditontonin video asusila. Itu anak umur 2 tahun!" ujarnya sambil menangis.
(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id/Eki Yulianto)