Pawai Budaya di Tarakan Tampilkan Pernikahan Suku Tidung, Calon Pengantin Pria Ikuti Prosesi Bepupur
Junisah July 04, 2026 08:36 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Saat pawai budaya di Festival Iraw Tengayu XV, Sabtu (4/7/2026) berbagai adat budaya di tampilkan para peserta, seperti adat Suku Tidung dan Suku Bugis di Tarakan Kalimantan Utara.

Salah satu kelompok peserta menampilkan tradisi pernikahan Suku Tidung. Terlihat seorang calon pengantin pria menjalani prosesi bepupur atau berbedak, sebelum akad nikah.

Ritual ini untuk membersihkan dari hal-hal negatif, menolak bala dan sucikan calon pengantin pria. Wali Kota Tarakan dr H Kharil M Kes dan istri Siti Rujiah berkesempatan membalurkan pupur secara bergantian.

Makna pembaluran pupur ini, untuk membersihkan jiwa dan rawa agar pengantin terlihat lebih bersih, wangi dan bercahaya.

Baca juga: Wali Kota dan Wawali Tarakan Buka Pawai Budaya di Festival Iraw Tengkayu, Diramaikan 4.419 Peserta

Atraksi yang ditampilkan ini sungguh menarik perhatian masyarakat, beberapa kali warga silih berganti untuk mengabadikan ritual adat Suku Tidung ini. 

Tak hanya itu, Ikatan Wanita Pinrang Tarakan juga menampilkan prosesi pernikahan adat Bugis Pinrang dari Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Puluhan wanita dengan mengenakan busana adat Bugis warna pink ini melakukan arak-arakan penganti prian, tidak didampingi  kedua orang tua, tapi hanya para kerabat inang pengantin dan passepi (pendamping).

Prosesi ini biasanya dilakukan sebelum matahari mencapai puncaknya dan akan disambut ritual madduppa botting  (penyambutan), saat tiba di rumah mempelai wanita.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan, Zainuddin mengatakan, apa yang ditampilkan di pawai budaya ini sebagai bentuk melestarikan budaya yang ada di Tarakan.

Atraksi pawai budaya di Tarakan 04072026
PAWAI BUDAYA-Atraksi yang ditampilkan salah satu kelompok peserta di pawai budaya Festival Iraw Tengkayu XV di Tarakan Kalimantan Utara, Sabtu (4/7/2026).

“Para peserta pawai budaya ini dari paguyuban, lembaga masyarakat, kepolisian, TNI, OPD di lingkugan Pemkot Tarakan hingga sekolah,” ucap Zainuddin.

Zainuddin menambahkan, pawai budaya merupakan salah satu rangkaian Festival Iraw Tengkayu XV. Jadi besok, Minggu (5/7/2027) penurunan Padaw Tuju Dulung di Pantai Amal.

“Minggu (5/7/2026), sebelum dilakukan penurunan Padaw Tuju Dulung pukul 14.00 Wita di Pantai Amal, terlebi dahulu pukul 10.00 Wita parade budaya, dilanjutkan dengan tarian kolosal ditampilkan 150 penari,” ucap Zainuddin.

(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.