TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, menerima kunjungan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026 di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bau Akram Dai didampingi Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata (IIPP), Abdi Yansya Hijra.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor pariwisata di Sulawesi Barat.
Bau Akram Dai menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UGM yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Sulawesi Barat.
Baca juga: Kolaborasi Mahasiswa UGM dan DKP Sulbar: Dorong Ekonomi Pesisir dan Kelestarian Laut
Baca juga: Wakil Bupati Polman Sambut 56 Mahasiswa KKN UGM Yogyakarta, Bawa 135 Program Kerja untuk Desa
Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program KKN menjadi kesempatan untuk ikut berkontribusi memperkenalkan potensi daerah sekaligus memberdayakan masyarakat.
"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa UGM di Sulawesi Barat. Kami berharap selama melaksanakan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga dapat menjadi duta promosi yang memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Barat kepada masyarakat luas," ujar Bau Akram.
Bau Akram menjelaskan Sulawesi Barat memiliki potensi pariwisata yang besar, mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata bahari.
Kawasan pesisir Sulawesi Barat yang membentang dari Paku di Kabupaten Polewali Mandar hingga Suremana di Kabupaten Pasangkayu menyimpan berbagai destinasi yang layak dikembangkan dan dipromosikan.
Selain itu, Sulbar juga memiliki potensi ekowisata melalui keberadaan burung maleo sebagai satwa endemik.
"Potensi wisata Sulawesi Barat sangat beragam. Tidak hanya pantai dan budaya, tetapi juga ekowisata dengan keberadaan burung maleo sebagai satwa endemik. Potensi ini perlu dikenalkan secara lebih luas sehingga mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Bau Akram.
Ia menegaskan pengembangan sektor pariwisata merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk mempercepat pembangunan daerah melalui penguatan sektor unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Abdi Yansya Hijra, berharap mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat tata kelola desa wisata.
Menurutnya, salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilakukan ialah membantu pemerintah desa menyusun regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) sebagai dasar hukum pengelolaan potensi wisata.
"Kami berharap mahasiswa dapat mendampingi pemerintah desa menyusun sebuah legacy berupa Peraturan Desa tentang pengelolaan potensi wisata. Regulasi ini penting agar desa memiliki kepastian hukum, arah kebijakan yang jelas, serta pedoman dalam mengembangkan potensi wisata secara terarah, adil, dan berkelanjutan," kata Abdi Yansya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Dispoparekraf Sulawesi Barat optimistis pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan kemajuan daerah. (*)