Satu dari 2 Polisi Hilang di Katingan Ditemukan Meninggal, Anggota Satnarkoba Gugur Bertambah
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 04, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Kalimantan Tengah - Satu di antara dua anggota polisi yang hilang dalam penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Anggota polisi yang ditemukan meninggal adalah Bripda Nopandri Ramadhana, jasadnya tersangkut di ranting kayu yang berada di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026) sore.

Dilansir TribunKalteng.com, jasad anggota polisi tersebut ditemukan warga di aliran Sungai Katingan tepatnya wilayah Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah. 

Ditemukannya jasad Bripda Nopandri Ramadhana menambah jumlah anggota polisi gugur dalam penggerebekan bandar sabu menjadi dua orang.

Sebelumnya anggota polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur adalah Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra. Kini pencarian fokus pada satu anggota polisi lainnya yang hilang, yaitu Aiptu Sumariyanto.

Insiden yang mengakibatkan tiga anggota polisi tersebut mengalami kejadian nahas tetalah personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Penggerebekan pada Kamis (2/7/2026) dini hari tersebut berujung bentrokan. Dalam insiden tersebut, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas dan telah dimakamkan secara kedinasan pada Sabtu siang. 

Sedangkan Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dinyatakan hilang setelah operasi penggerebekan. Kini jasad yang ciri fisiknya mengarah pada Bripda Nopandri Ramadhan telah ditemukan.

Proses identifikasi terhadap jenazah yang baru ditemukan masih berlangsung dan pencarian terhadap satu anggota lainnya, Aiptu Sumariyanto, terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kapolres Akui Ciri Jenazah Mengarah kepada Bripda Nopandri

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, berdasarkan informasi awal, jenazah yang ditemukan memiliki ciri-ciri yang mengarah kepada Bripda Nopandri Ramadhana. 

Namun, kepolisian masih akan melakukan identifikasi lebih lanjut di rumah sakit untuk memastikan identitas korban.

"Informasi awal sih sesuai ciri-ciri yakni Bripda Nopandri Ramadhana, tapi untuk memastikan nanti mau kita bawa ke rumah sakit dulu," ujar Dodik kepada TribunKalteng.com, Sabtu (4/7/2026).

Kronologi Penemuan Jenazah

Menurut Dodik, korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB oleh seorang warga di Desa Tumbang Lahang. 

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.

"Secara detail belum, cuma info awal ditemukan masyarakat tadi. Yang pasti ada salah satu warga menemukan, lalu dilapor orang sekitar, baru menelepon polisi," katanya.

Setelah menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

"Iya, saat ini sedang dievakuasi dan dibawa oleh tim gabungan," tambahnya.

Suasana duka

Prosesi pemakaman anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra.

Ia  gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Almarhum dimakamkan secara kedinasan kepolisian di kompleks pemakaman Kristen, TPU Kasongan Baru, Jalan Pilau, Kasongan, Sabtu (4/7/2026) siang, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan jasa selama bertugas.

Para pelayat memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Keluarga, kerabat, masyarakat, serta anggota Polri tampak hadir mengiringi prosesi hingga ke tempat peristirahatan terakhir almarhum.

Sejak jenazah diberangkatkan dari rumah duka, suasana haru sudah terasa. 

Peti jenazah berwarna putih yang diselimuti Bendera Merah Putih dipikul sejumlah personel kepolisian menuju lokasi pemakaman. 

Di sepanjang jalan, keluarga dan kerabat mengiringi dengan wajah penuh kesedihan.

Setibanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU), upacara pemakaman secara kedinasan berlangsung dengan khidmat.

Sejumlah personel kepolisian berdiri membentuk barisan kehormatan di sisi kiri dan kanan liang lahat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya salah satu personel terbaik Polres Katingan tersebut.

"Kami atas nama keluarga besar Polres Katingan mengucapkan belasungkawa dan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya," ujar Dodik kepada TribunKalteng.com usai prosesi pemakaman, Sabtu (4/7/2026).

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran Polres Katingan agar menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat untuk tetap menjalankan tugas dengan profesionalisme dan disiplin.

"Agar melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, tetap semangat, serta bekerja sesuai dengan prosedur," pesannya.

Kepergian Aiptu Anumerta Yudhi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. 

Almarhum merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan meninggalkan seorang istri, anak, adik, serta kedua orang tuanya.

Sebelumnya, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur saat operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari. 

Atas pengabdiannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta dari Aipda menjadi Aiptu Anumerta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam menjalankan tugas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan pasca gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra dalam insiden penggerebekan kasus narkoba.

Peristiwa tersebut terjadi pada Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7/2026). 

Hal tersebut membuat Kapolri mengambil tindakan tegas menyasar seluruh bandar ataupun gembong narkoba. Tentu saja instruksi tindakan tegas disampaikan Kapolri pada jajarannya.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," kata Listyo Sigit Prabowo dikutip Tribunkalteng.com dari Tribunmedan.com, Sabtu (4/7/2026).

Diketahui bahwa intruksi tindakan tegas tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya laten narkotika.

"Karena mereka (bandar narkoba, red) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," tegasnya.

Terlebih lagi, kata Listyo Sigit Prabowo, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi.

Sehingga, Kapolri menegaskan, seluruh generasi bangsa Indonesia harus dijaga dari bahaya dampak narkoba.

Kapolri Naikkan Pangkat Aipda Yudhi Jadi Aiptu Anumerta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra.

Ia gugur saat bertugas dalam operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

Penghargaan tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (3/7/2026).

Menurut Iwan, kenaikan pangkat luar biasa diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.

"Untuk anggota yang meninggal, diberikan penghargaan dari pimpinan kami, Bapak Kapolri, yaitu kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Aiptu Anumerta," ujar Iwan.

Selain kenaikan pangkat anumerta, Kapolri juga memberikan perhatian kepada keluarga almarhum.

Iwan menyebut, keluarga Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra akan memperoleh prioritas apabila ada anggota keluarga yang berminat mengikuti seleksi menjadi anggota Polri.

"Dan juga memberikan satu prioritas kepada keluarga, nanti yang mau masuk jadi Bintara Polri," katanya.

Sebelumnya, Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur dalam operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Dalam insiden tersebut, aparat mendapat perlawanan dari sejumlah warga.

Selain menyebabkan satu anggota polisi gugur, dua personel Satresnarkoba Polres Katingan juga sempat dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.