Anak Usia 12 Bulan Belum Bisa Jalan? Ini Penjelasan Dokter Soal Batas Normal dan Tanda Bahayanya
Rr Dewi Kartika H July 05, 2026 12:53 AM

TRIBUNJAKARTA.COM – Ketika anak menginjak usia 12 bulan tetapi belum mampu berjalan sendiri, sejumlah orangtua merasa khawatir. 

Dokter spesialis anak, dr. Adhytio Yasashii lalu memberikan penjelasan soal kemampuan berjalan setiap anak berkembang dalam rentang usia yang berbeda.

Anak berusia 12 bulan yang belum berjalan mandiri belum tentu mengalami keterlambatan perkembangan.

Dalam wawancara bersama TribunJakarta.com, dr. Adhytio menjelaskan bahwa terdapat rentang usia normal bagi anak untuk mulai berjalan, sehingga orang tua tidak perlu langsung panik apabila anak belum bisa melangkah sendiri saat ulang tahun pertamanya.

Jangan Bandingkan Anak dengan Anak Lain

Dr. Adhytio mengatakan, berdasarkan berbagai penelitian memang terdapat sedikit perbedaan perkembangan antara anak laki-laki dan perempuan.

Ia menjelaskan, anak laki-laki umumnya cenderung lebih cepat berjalan, sedangkan anak perempuan sering kali lebih cepat dalam kemampuan berbicara secara ekspresif. Namun, perbedaan tersebut bukan patokan mutlak.

"Kalau misalnya dari penelitian yang besar, antara anak laki-laki sama anak perempuan memang ada sedikit perbedaan. Misalnya anak laki-laki lebih cepat berjalan, anak cewek lebih cepat ngomong ekspresif. Tapi kembali lagi, enggak bisa kita pukul sama rata," ujar dr. Adhytio .

Menurutnya, perkembangan setiap anak bersifat individual sehingga orang tua sebaiknya tidak menjadikan kemampuan anak lain sebagai tolok ukur.

"Jangan dijadikan patokan anak tetangga sudah jalan usia segini, yang ini belum. Belum tentu sama, karena setiap anak punya rentang usia perkembangannya sendiri," katanya.

Usia Berapa Anak Normalnya Mulai Berjalan?

Dr. Adhytio menjelaskan bahwa dokter anak menggunakan alat skrining perkembangan, salah satunya Denver Developmental Screening Test (Denver II), untuk menilai kemampuan anak sesuai usianya.

Berdasarkan alat tersebut, kemampuan berjalan dapat mulai muncul sejak usia sekitar 9 hingga 10 bulan. Namun, masih termasuk normal apabila anak baru bisa berjalan mandiri hingga usia 15 bulan.

"Kalau dilihat di Denver, berjalan dengan baik itu ada dari usia sekitar 9 sampai 10 bulan hingga 1 tahun. Tapi kalau belum bisa juga berjalan dengan baik, paling maksimal di 15 bulan," jelasnya.

Artinya, anak yang berusia 12 bulan tetapi belum berjalan sendiri masih berada dalam batas perkembangan yang normal.

Kapan Anak Dikatakan Terlambat Berjalan?

Meski demikian, orang tua tetap perlu mengetahui batas kapan keterlambatan berjalan harus mulai dievaluasi.

Menurut dr. Adhytio , apabila anak telah melewati usia 15 bulan tetapi belum mampu berjalan mandiri, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih.

"Kalau lebih dari 15 bulan enggak bisa jalan, itu telat. Ini harus dievaluasi, takutnya ada masalah," ujarnya.

Evaluasi dilakukan bukan hanya melihat kemampuan berjalan, tetapi juga perkembangan anak secara keseluruhan.

Tidak Hanya Dinilai dari Kemampuan Berjalan

Dr. Adhytio menekankan bahwa milestone tumbuh kembang anak terdiri atas empat aspek utama, yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial.

Karena itu, keterlambatan pada satu aspek perlu dinilai bersamaan dengan perkembangan lainnya.

"Kita harus lihat juga apakah perkembangan yang lainnya sama-sama maju. Kalau misalnya ada satu perkembangan yang telat, itu bisa menjadi keterlambatan," katanya.

Dengan kata lain, dokter tidak hanya menilai apakah anak sudah berjalan atau belum, tetapi juga melihat apakah kemampuan duduk, berinteraksi, berbicara, hingga menggunakan tangan berkembang sesuai usianya.

Tummy Time Jadi Fondasi Penting
Sebelum anak belajar duduk, merangkak, berdiri hingga berjalan, ada tahapan yang tidak kalah penting, yakni tummy time.

Menurut dr. Adhytio , stimulasi ini bahkan sudah dapat dilakukan sejak bayi baru lahir.

"Boleh banget tummy time dari lahir. Tujuannya supaya leher kuat, tulang punggung kuat, sampai ke tulang pinggul juga kuat, sehingga nanti siap untuk perkembangan berikutnya," jelasnya.

Ia menerangkan, tummy time membantu memperkuat otot leher, bahu, punggung, hingga pinggul yang nantinya menjadi dasar kemampuan duduk dan berjalan.

Tidak Merangkak Bukan Berarti Bermasalah

Salah satu kekhawatiran yang juga sering muncul di kalangan orang tua adalah ketika anak tidak mengalami fase merangkak.

Menurut dr. Adhytio , kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya gangguan perkembangan.

"Kalau di Denver itu tidak ada fase merangkak. Jadi anak dari duduk tanpa pegangan bisa langsung berdiri dengan pegangan, itu enggak masalah," ujarnya.

Meski demikian, ia tetap menyarankan orang tua memberikan stimulasi tambahan melalui aktivitas fisik seperti senam atau berenang setelah anak berusia satu tahun.

Hal itu bertujuan membantu meningkatkan koordinasi tubuh, terutama pada anak yang melewati fase merangkak.

Orang Tua Perlu Mengikuti Kesiapan Anak

Dr. Adhytio juga mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan anak melakukan kemampuan yang belum siap ataupun justru menghambat kemampuan yang sudah mulai muncul.

Apabila anak sudah mulai berdiri sendiri dan berusaha melangkah, orang tua boleh mulai melatihnya berjalan dengan pendampingan.

"Kalau anaknya sudah mau jalan, sudah berani berdiri, boleh dititah. Karena anak akan menunjukkan ke kita apa kemampuan yang sudah dia miliki," katanya.

Sebaliknya, apabila anak belum menunjukkan kesiapan, orang tua sebaiknya tetap memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangannya tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Pada akhirnya, dr. Adhytio mengingatkan bahwa perkembangan anak memiliki rentang normal yang luas. Selama belum melewati usia 15 bulan dan perkembangan aspek lainnya berjalan baik, orang tua tidak perlu buru-buru khawatir.

Kontrol rutin ke dokter anak juga penting dilakukan agar setiap tahap tumbuh kembang dapat dipantau sejak dini dan bila ditemukan keterlambatan dapat segera ditangani.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.