Meksiko Dituding Punya Keuntungan 'Tidak Adil' di Stadion Azteca atas Inggris - Namun Declan Rice Tegaskan Tiga Singa Siap Hadapi 'Hanya Stadion Lain'
Agus Firmansyah July 05, 2026 01:49 AM

Mantan penyerang tim nasional Inggris, Stan Collymore, melontarkan kritik keras terhadap FIFA karena mengizinkan tuan rumah bersama Piala Dunia, Meksiko, bermain di Stadion Azteca yang berada di dataran tinggi. Namun, gelandang Declan Rice menegaskan bahwa skuad Inggris sama sekali tidak terganggu oleh kondisi ekstrem tersebut menjelang pertandingan babak 16 besar mereka.

Kontroversi lokasi pertandingan

Tantangan fisik bermain di Stadion Azteca menjadi topik utama menjelang laga antara Inggris dan Meksiko di fase gugur. Berada di ketinggian 2.241 meter di atas permukaan laut, stadion bersejarah ini memberikan tantangan fisiologis yang berat, termasuk kelelahan yang lebih cepat dan waktu pemulihan yang lebih lambat bagi pemain yang belum terbiasa dengan kondisi tersebut.

Banyak pengamat mempertanyakan keadilan struktur turnamen, mengingat Meksiko memainkan seluruh pertandingannya di kandang sendiri. Keuntungan tersebut terlihat dari catatan luar biasa mereka, hanya dua kali kalah dalam 89 pertandingan kompetitif di stadion tersebut.

Collymore desak evaluasi sistem tuan rumah

Dalam wawancara dengan BetGoodwin, Collymore menyampaikan kekecewaannya terhadap pembagian geografis yang diberikan kepada tuan rumah bersama, dan menyerukan perubahan menyeluruh terhadap proses pemilihan lokasi pertandingan.

Collymore mengatakan: “Sangat tidak benar bahwa Meksiko diizinkan memiliki keuntungan fisik sebesar itu. Menurut saya, FIFA dan Gianni Infantino perlu duduk bersama asosiasi lain untuk mencari cara agar turnamen-turnamen seperti ini bisa lebih adil.”

“Kanada, misalnya, juga menjadi tuan rumah bersama, tetapi mereka harus bermain di Seattle, sementara Meksiko bisa tetap berada di Azteca, tempat mereka hanya kalah dua kali dalam lebih dari 80 pertandingan.”

“Kita semua tahu keuntungan fisiologis bermain di ketinggian sangat nyata. Hal itu sudah diketahui jauh sebelumnya, jadi menurut saya sangat tidak adil jika satu tim memiliki keuntungan fisik sebesar itu dalam kompetisi yang seharusnya berlangsung di atas dasar yang setara.”

“Menurut saya, seluruh sistem tuan rumah perlu ditinjau kembali. Inggris, yang memiliki liga domestik terbesar di dunia, belum pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia di era televisi modern, sementara Meksiko sudah tiga kali. Jadi, ya, saya rasa sangat salah jika satu negara bisa memiliki keuntungan fisiologis yang begitu jelas dibanding yang lain.”

Rice pastikan fokus tim tetap terjaga

Terlepas dari kritik di luar lapangan, kubu Inggris sengaja meredam kekhawatiran soal kondisi lokal. Dalam wawancara dengan Lions' Den, Rice menegaskan bahwa tim asuhan Thomas Tuchel memperlakukan laga ini seperti pertandingan tandang biasa, tanpa terlalu memikirkan sejarah atau reputasi stadion tersebut.

Rice berkata: “Ini akan terasa seperti pertandingan tandang bagi kami. Mereka sudah bermain di Meksiko sepanjang turnamen, jadi bagi kami yang penting adalah datang ke sana dan menghadapi apa pun yang menanti.”

“Kami tidak peduli di mana kami bermain. Bagi kami, ini hanya stadion. Memang, Azteca dikenal sebagai tempat terjadinya 'Tangan Tuhan' Maradona dan banyak momen ikonik lainnya, tapi bagi kami, kami hanya datang untuk bekerja.”

“Tentu saja atmosfernya akan luar biasa, tapi bagi kami ini hanyalah stadion lain tempat kami bertanding.”

Ujian terberat menanti Inggris

Tim nasional Inggris akan menghadapi ujian terberat mereka di turnamen ini melawan Meksiko yang sedang dalam performa luar biasa, setelah memenangkan empat pertandingan tanpa kebobolan. Setelah sebelumnya hanya bermain di dataran rendah, Tiga Singa harus segera beradaptasi agar tidak tersingkir lebih awal. Mengatur kondisi fisik sejak peluit pertama akan menjadi faktor krusial jika Inggris ingin mematahkan momentum Meksiko dan melangkah ke perempat final.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.