Oleh karena itu, kami meminta masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik diharapkan secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan PKH agar bantuan dapat dialihkan pada warga yang kondisinya lebih membutuhkan.
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat 11.090 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) masuk kategori desil 1 hingga desil 4 . atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah hingga rentan miskin, sehingga menjadi prioritas utama menerima berbagai program bantuan sosial.
Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan Nur Agustina di Pekalongan, Minggu, mengatakan pihaknya mendorong KPM PKH yang sudah masuk kategori mampu agar melakukan graduasi mandiri.
"Kami mendorong masyarakat yang sudah merasa mampu atau masuk desil di atas 4 untuk mengajukan graduasi mandiri," katanya.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan agar dapat memperoleh bantuan sosial.
Nur Agustina mengatakan besaran bantuan PKH tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya dan disalurkan langsung ke rekening penerima yang memenuhi kriteria seperti memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, atau anggota keluarga penyandang disabilitas.
"Oleh karena itu, kami meminta masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik diharapkan secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan PKH agar bantuan dapat dialihkan pada warga yang kondisinya lebih membutuhkan," katanya.
Ia mengatakan sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi, pihaknya juga menggulirkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Melalui program tersebut, kata dia, penerima manfaat yang memiliki usaha memperoleh bantuan modal senilai Rp5 juta dalam bentuk barang sebagai stimulan untuk mengembangkan usahanya.
"Harapannya, penerima manfaat bisa mengembangkan usahanya hingga mampu mandiri sejalan dengan semangat bantuan sementara, berdaya selamanya," kata Nur Agustina.





