KAI Ungkap Penyebab Tiket KA Rajabasa Cepat Habis, Sebut Penjualan Sudah Dibuka Sejak H-45
Fadhila Rahma July 05, 2026 01:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang resmi mengoperasikan rangkaian Kereta Ekonomi Premium untuk KA Rajabasa relasi Kertapati – Tanjungkarang (PP). 

Pengoperasian rangkaian baru ini merupakan bagian dari upaya KAI meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dengan menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman tanpa menaikkan tarif.

Meski demikian, di tengah peningkatan fasilitas tersebut, sebagian masyarakat masih mengeluhkan ketersediaan tiket KA Rajabasa yang dinilai cepat habis.

Menanggapi hal tersebut, Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa tiket KA Rajabasa telah dijual secara daring sejak H-45 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun aplikasi resmi yang bekerja sama dengan KAI.

"Tiket kereta api sudah dijual secara online sejak H-45 hari sebelum tanggal keberangkatan melalui Access by KAI, website KAI, maupun aplikasi resmi yang bekerja sama dengan KAI," kata Aida saat dikonfirmasi Sripoku.com, Minggu (5/7/2026). 

Menurutnya, karena tiket sudah  jsa dibeli sejak H-45 sebelum tanggal keberangkatan maka banyak pelanggan yang telah melakukan pembelian lebih awal sesuai ketersediaan tiket. Untuk itu masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal. 

Aida menambahkan, pengoperasian Kereta Ekonomi Premium merupakan bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin nyaman, aman, dan menyenangkan dengan tarif yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Pengoperasian Kereta Ekonomi Premium pada KA Rajabasa merupakan bentuk komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Kini masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan fasilitas yang lebih modern dan nyaman, namun tetap dengan tarif yang sangat terjangkau," katanya.

Baca juga: Bawa Teknologi Bedah Robotik ke Sumbar, BMHS Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Modern

Sebelumnya, KA Rajabasa menggunakan kereta ekonomi dengan konfigurasi tempat duduk 3-2 yang saling berhadapan. Kini, seluruh rangkaian telah diganti menjadi Kereta Ekonomi Premium dengan konfigurasi kursi 2-2 yang tidak saling berhadapan, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih lega dan meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Selain itu, rangkaian baru ini juga dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti kursi ergonomis dengan fitur reclining seat, pendingin ruangan (AC) sentral, serta colokan listrik di setiap kursi. Meski kapasitas tempat duduk berkurang dari 106 menjadi 80 kursi per kereta, tarif perjalanan tetap dipertahankan sebesar Rp 32.000 untuk relasi Kertapati–Tanjungkarang dan sebaliknya.

Menurut Aida, transformasi layanan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan perjalanan yang lebih berkualitas.

"Kami ingin masyarakat merasakan pengalaman perjalanan yang lebih berkualitas. Dengan ruang duduk yang lebih lega, fasilitas yang lebih lengkap, serta suasana perjalanan yang semakin nyaman, kami berharap KA Rajabasa menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian di wilayah Sumatera Selatan hingga Lampung," tambahnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap KA Rajabasa juga terus meningkat. Pada hari pertama pengoperasian Kereta Ekonomi Premium, Sabtu (4/7), sebanyak 596 pelanggan berangkat dari Stasiun Kertapati menggunakan KA Rajabasa. 

Sementara total pelanggan dalam satu perjalanan relasi Kertapati–Tanjungkarang mencapai 1.096 orang karena kereta melayani perjalanan parsial, di mana penumpang naik dan turun di berbagai stasiun sehingga tingkat okupansi dapat melebihi jumlah tempat duduk yang tersedia pada satu waktu.

Secara kumulatif selama Semester I Tahun 2026, KA Rajabasa telah melayani 154.483 pelanggan atau meningkat sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 114.320 pelanggan. Peningkatan tersebut juga didukung penambahan rangkaian kereta dari lima menjadi delapan unit, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus bertambah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.