Kolombia Jaga Rekor Tak Terkalahkan, Ghana Angkat Koper dari Babak 32 Besar
Rivaldi Ade Musliadi July 05, 2026 01:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Skuad Timnas Kolombia semakin menegaskan status mereka sebagai tim kuda hitam yang paling ditakuti di panggung Piala Dunia FIFA 2026. 

La Sele sukses mengamankan tempat terakhir di babak 16 besar setelah menumbangkan wakil Afrika, Ghana, dengan skor tipis 1-0.

Bertanding di Kansas City Stadium, tim asuhan Nestor Lorenzo tampil sangat dominan sejak peluit pertama dibunyikan. 

Gol tunggal penentu kemenangan Kolombia dicetak oleh gelandang andalan mereka, Jhon Arias, pada menit ke-14 babak pertama memanfaatkan kerja sama apik di lini serang.

Hasil positif ini sekaligus memperpanjang rekor impresif tak terkalahkan Kolombia menjadi empat pertandingan berturut-turut di turnamen edisi kali ini. 

Di babak 16 besar nanti, Kolombia dijadwalkan akan menantang Swiss pada 7 Juli di Vancouver.

Komentar Warga Pontianak: Kolombia Layak Masuk Kandidat Juara

Kemenangan solid Kolombia ini juga menjadi sorotan hangat bagi para pencinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

• Drama 120 Menit: Argentina Nyaris Tersingkir, Sihir Messi Hancurkan Mimpi Heroik Tanjung Verde 3-2!

Kamel, salah satu warga Pontianak yang antusias mengikuti jalannya turnamen internasional ini, mengaku sangat terkesan dengan stabilitas transisi permainan yang ditunjukkan oleh lini belakang Kolombia.

"Kolombia benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai kuda hitam di Piala Dunia 2026 ini. Permainan mereka rapi sekali, terutama pertahanan mereka yang kokoh membuat penyerang Ghana frustrasi dan tidak diberikan ruang sama sekali untuk menembak ke arah gawang. Menang satu gol saja sudah cukup membuktikan efektivitas taktik mereka. Kalau performa mereka konsisten seperti pertandingan kemarin, saya rasa Kolombia sangat layak melangkah jauh dan menjadi salah satu kandidat kuat penjegal tim-tim besar," ungkap Kamel kepada Tribun Pontianak.

Jalannya Pertandingan

Ghana sebenarnya sempat menghentak di awal laga lewat tendangan jarak jauh Thomas Partey saat pertandingan baru berjalan dua menit. 

Namun, Kolombia yang didukung oleh lautan suporter fanatiknya segera mengambil alih kendali permainan.

Pada menit ke-14, Jhon Cordoba harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Luis Suarez. 

Strategi darurat ini berbuah manis. 

Suarez melakukan akselerasi cepat di sisi kanan lapangan sebelum melepaskan umpan silang akurat ke kotak penalti. 

Jhon Arias yang berdiri bebas tanpa kawalan dengan tenang menyepak bola ke sudut bawah gawang Lawrence Ati-Zigi. 

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, La Sele sempat menggandakan keunggulan pada menit ke-56 lewat Luis Diaz. 

Namun, setelah dilakukan peninjauan, gol penyerang Liverpool tersebut dianulir karena posisinya terjebak offside tipis saat menyambut umpan silang Arias. 

Hingga akhir laga, kedudukan 1-0 tetap bertahan berkat pertahanan super ketat Kolombia.

Analisis Statistik Pertandingan

Berdasarkan data visual resmi, dominasi mutlak Kolombia tergambar jelas melalui keunggulan di hampir seluruh lini statistik:

Tembakan: Kolombia 20 - 8 Ghana

Tembakan ke Arah Gawang: Kolombia 8 - 0 Ghana

Penguasaan Bola: Kolombia 62 persen - 38 % Ghana

Jumlah Operan: Kolombia 576 - 349 Ghana

Akurasi Operan: Kolombia 90 % - 84 % Ghana

Pelanggaran: Kolombia 14 - 10 Ghana

Kartu Kuning: Kolombia 2 - 3 Ghana

Kartu Merah: Kolombia 0 - 0 Ghana

Offside: Kolombia 2 - 0 Ghana

Tendangan Sudut: Kolombia 3 - 2 Ghana

Catatan di atas memperlihatkan efektivitas luar biasa dari taktik Nestor Lorenzo. 

Kolombia memegang kendali dengan 62 % penguasaan bola dan mengalirkan 576 operan dengan tingkat akurasi mencapai 90 % . 

Agresivitas mereka menghasilkan 20 tembakan dengan 8 tepat sasaran. 

Sebaliknya, lini belakang Kolombia patut diacungi jempol karena sukses meredam serangan Ghana hingga memaksa Black Stars mencatatkan angka 0 pada tembakan ke arah gawang (shots on target). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.