Injil Katolik Misa Senin 6 Juli 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan
Gordy Donovan July 05, 2026 01:45 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak  injil katolik misa Senin 6 Juli 2026.

Injil katolik misa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XIV tahun A.

Hari Senin warna liturgi hijau.

Bacaan hari Senin: Hos 2:13.14b-15.18-19; Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9; Mat 9:18-26 dan BcO Ams 3:1-20.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 6 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama: Hos 2:13.14b

Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN.

"Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.

Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.

Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.

Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.

Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Bacaan Injil Katolik : Mat 9:18-26

P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

P: Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."

Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,

berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.

Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

Dalam kitab Hosea, Allah menggambarkan relasi-Nya dengan umat seperti hubungan suami dan istri. 

Namun umat sering meninggalkan-Nya dan mengejar hal lain yang dianggap lebih menarik atau menjanjikan kepuasan. Meski begitu, Allah tidak berhenti pada kemarahan. 

Ia justru berkata akan membawa umat ke “padang gurun”  tempat yang sunyi, tanpa sandaran lain  bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk memulihkan hati.

Di padang gurun itu, Allah berbicara dengan lembut, menenangkan, dan membangun kembali kasih yang pernah hilang. 

Bahkan lebih jauh, Ia menjanjikan perjanjian damai, di mana tidak ada lagi perang, dan hubungan dipulihkan dalam kasih yang setia. Ini menunjukkan bahwa tujuan Allah bukan menghukum, tetapi mengembalikan manusia kepada kasih yang murni.

Mazmur menanggapi hal ini dengan pujian tanpa henti. Pemazmur mengakui bahwa Tuhan itu “pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.” 

Pujian ini bukan sekadar kata-kata, tetapi lahir dari pengalaman bahwa Allah selalu lebih besar dari kegagalan manusia.

Dalam Injil, kita melihat dua kisah iman yang sangat kuat. Seorang kepala rumah ibadat datang kepada Yesus karena anaknya sudah meninggal. Di sisi lain, seorang perempuan yang sudah lama menderita penyakit datang dengan iman yang sederhana: hanya menyentuh jubah Yesus saja sudah cukup untuk menyembuhkan.

Menariknya, Yesus tidak menuntut mereka memiliki iman yang sempurna atau pengetahuan yang lengkap. Yang Ia lihat adalah keberanian untuk datang kepada-Nya. Kepada perempuan itu Ia berkata: “Imanmu telah menyelamatkan engkau.” Dan kepada anak yang sudah mati, Ia membawa kembali kehidupan.

Di sini kita belajar bahwa iman bukan soal seberapa kuat kita memahami, tetapi seberapa sungguh kita percaya dan datang kepada Yesus, bahkan dalam situasi yang tampak tidak mungkin.

Bacaan Amsal memperdalam semuanya dengan nasihat yang sangat praktis: percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, jangan bersandar pada pengertian sendiri, dan akuilah Dia dalam segala jalan hidup. Ini adalah panggilan untuk hidup yang tidak hanya percaya sesekali, tetapi bergantung setiap hari kepada Tuhan.

Renungan singkat

Allah tidak pernah lelah mencari hati yang menjauh. Bahkan ketika kita berada dalam “padang gurun” hidup, Ia tidak meninggalkan, melainkan berbicara dan memulihkan.

Dan di sisi manusia, kita dipanggil untuk merespons dengan iman sederhana: datang kepada-Nya, percaya kepada-Nya, dan menyerahkan yang tidak mampu kita ubah sendiri.

Pertanyaan refleksi

Apakah ada “padang gurun” dalam hidup saya saat ini yang sebenarnya menjadi tempat Tuhan sedang membentuk kembali hati saya?
Apakah saya lebih sering mengandalkan pengertian sendiri daripada benar-benar percaya kepada Tuhan?
Iman seperti perempuan dalam Injil: sederhana, tapi sungguh percaya — apakah itu sudah menjadi cara saya datang kepada Tuhan?
Doa

Tuhan, ajar kami untuk percaya kepada-Mu bahkan ketika kami tidak mengerti jalan-Mu. Pulihkan hati kami yang mudah menjauh, dan kuatkan iman kami untuk datang kepada-Mu dalam segala keadaan. Jadikan hidup kami tanda bahwa kasih-Mu tetap setia dan kuasa-Mu tidak pernah berkurang. Amin.(sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.