Guru RA dan TK di Kulon Progo Didorong Kuasai AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Ikrob Didik Irawan July 05, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo mengajak para guru jenjang Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK) agar memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Mereka pun diberi pelatihan berkaitan dengan hal tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah, Kankemenag Kulon Progo, Dwi Putranto menyampaikan para guru saat ini harus mampu beradaptasi dengan teknologi terkini. Termasuk bagi guru RA dan TK.

"Kami mendorong para guru untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi sebagai penunjang kualitas pembelajaran," jelas Dwi pada Minggu (05/07/2026).

Kemampuan dalam mengandalkan AI sebagai teknologi penunjang aktivitas pembelajaran saat ini dinilai perlu dilakukan. Apalagi dengan masifnya penggunaan perangkat teknologi yang kini juga mengandalkan AI sebagai fitur utama.

Kankemenag Kulon Progo pun belum lama ini memfasilitasi kegiatan pelatihan bagi sekitar 116 guru jenjang RA dan TK dari seluruh kapanewon. Pelatihan diinisiasi oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kulon Progo berkolaborasi dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.

Baca juga: Gora Bangsa Jadi Strategi Baru Kulon Progo Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

"Kegiatan ini mengambil tema Pelatihan Penguatan Kompetensi Digital melalui AI," kata Dwi.

Pelatihan dilaksanakan di Aula Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kulon Progo, Kapanewon Wates, pada Kamis (02/07/2026) lalu. 2 pembicara dihadirkan untuk memberi materi bagi ratusan guru.

Ketua IGRA Kulon Progo, Rohma Nurmala menilai kegiatan pelatihan jadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi para guru. Pihaknya ingin para guru mampu jadi garda terdepan dalam digitalisasi madrasah.

"Kami berharap pelatihan ini menjadi lompatan bagi para guru di Kulon Progo agar lebih adaptif sehingga proses belajar-mengajar semakin berkualitas," ujar Rohma.

Achmad Subakhan dari BDK Semarang menyampaikan bahwa AI sebagai akselerator kerja guru. Sebab AI membantu menyusun perangkat ajar dan media interaktif secara efisien.

Namun ia juga mengingatkan para guru agar memanfaatkan teknologi AI secara bijak. Seperti dengan membuat konten pembelajaran tetap menarik, edukatif, dan ramah bagi anak usia dini.

"Pemanfaatan teknologi AI membuat guru memiliki lebih banyak waktu untuk pendampingan karakter pelajar," jelas Subakhan. (alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.