TRIBUNSUMSEL.COM - Rumah tangga aktor Rendy Samuel dan selebgram Shindy Fioerla kini berada di ujung tanduk.
Setelah resmi melayangkan gugatan cerai pada April 2026 di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pasangan yang telah membina rumah tangga selama 10 tahun ini dikabarkan sudah pisah rumah dan tengah menghadapi proses persidangan.
Di tengah bergulirnya proses perceraian, Rendy Samuel melalui kuasa hukumnya, Nugraha, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menuntut hak asuh penuh atas anak semata wayang mereka.
"Kenapa Bang Rendy meminta hak asuh anak? Karena ada hal-hal yang memang semuanya demi kepentingan untuk anak, butuh kepastianlah demi anak. Kurang lebih seperti itu," ujar Nugraha dikutip Tribunsumsel.com, dari tayangan YouTube Insertlive, Minggu (5/7/2026).
Baca juga: Cerita Pilu Shindy Fioerla Usai Gugat Cerai Rendy Samuel, Kini Menangis Pasrah Mobilnya Disita
Nugraha menambahkan bahwa keputusan ini diambil lantaran selama ini kebutuhan sang anak, mulai dari biaya pendidikan hingga kehadiran figur ayah, selalu dipenuhi secara maksimal oleh kliennya.
"Sebenarnya hak asuh anak itu memang dari dulu ini anak ini kebutuhannya dipenuhi oleh Bang Rendy sebagai ayah. Baik itu untuk kebutuhan sekolah, kehadiran sosok ayah," tambahnya.
Meski menuntut hak asuh, Rendy dan Shindy saat ini masih menerapkan pola co-parenting demi menjaga kesejahteraan psikologis anak mereka.
"Co-parenting dilakukan oleh Bang Rendy dengan Shindy," tambahnya.
Meski tak berkomunikasi secara intensif, Rendy dan Shindy tetap menjaga hubungan baik demi anak mereka.
"Komunikasi jarang-jarang, tapi kita masih tetap komunikasi, untuk anak," ungkap Rendy Samuel secara terpisah.
Ia juga mengaku sangat menyayangkan runtuhnya pernikahan mereka yang sudah berjalan satu dekade.
"Ya, yang namanya 10 tahun ya sangat menyayangkanlah," akunya.
Baca juga: Belum Jujur Soal Perceraian, Shindy Fioerla Minta Anak Tetap Hormati Rendy Samuel Sebagai Ayah
Hubungan keduanya sempat memanas setelah Shindy mengeluhkan aksi Rendy yang tiba-tiba mengangkut sejumlah barang dari kediaman mereka.
Di mana belum lama ini selebgram yang juga pengusaha produk perawatan kulit alias skincare ini mengeluhkan aksi Rendy yang tiba-tiba mengangkut sejumlah barang dari kediamannya.
Menanggapi tudingan tersebut, aktor berusia 39 tahun ini langsung memberikan klarifikasi.
Rendy menegaskan bahwa dirinya tidak asal angkut, melainkan mengambil barang milik perusahaan bersama dan sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Shindy.
"Jadi sebenarnya saya kapasitasnya di situ adalah direktur. Dan di situ ada beberapa barang-barang yang dibeli oleh PT kami gitu. Jadi kapasitas saya adalah membawa barang-barang tersebut, itu aja," jelas Rendy.
Di sisi lain, Shindy Fioerla mengungkapkan alasan mendasar di balik keputusannya untuk bercerai.
Saat hadir sebagai bintang tamu di podcast YouTube Maia Estianty, pengusaha skincare ini secara blak-blakan menyebut pernikahannya sudah tidak sehat.
Ketika diminta Maia untuk menggambarkan perasaannya saat ini dalam satu kalimat, Shindy menjawab dengan tegas.
"Berani untuk putus toxic. Ya, entah itu rumah tangga, entah itu bisnis, kita harus benar-benar clear dari toxic ini. Karena awal cara menghormati diri kita adalah dengan ya itu putus toxic," pungkas Shindy.
Baca juga: Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Hanya Tuntut Nafkah Anak dan Mutah tanpa Harta Gana-Gini
Keretakan rumah tangga ini juga tergambar jelas melalui unggahan Shindy di akun Instagram bersama mereka, @rendyshindy_samuel.
Ibu satu anak ini mengisyaratkan adanya luka batin mendalam yang disebabkan oleh perkataan orang terdekatnya.
Dalam tulisan itu Shindy menyinggung soal luka batin yang ditimbulkan oleh orang terdekatnya.
"Gak semua luka terlihat. Ada yang diam, tapi ngena banget… dari kata-kata orang yang harusnya paling menjaga," tulis Shindy.
Lebih lanjut ia menyingkap titik terendah dalam hidupnya dan perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.
"Aku pernah ada di titik itu jatuh, hancur, ngerasa gak cukup. Tapi dari situ juga aku belajar… pelan-pelan bangkit, pelan-pelan kenal diri sendiri lagi," tuturnya.
Di akhir komentarnya, Shindy menyebut tidak perlu menjadi sosok yang sempurna, cukup menjadi diri sendiri untuk tetap bisa dihargai.
"Sekarang aku ngerti, aku gak perlu jadi sempurna buat dihargai. Cukup jadi diri sendiri, di tempat yang tepat, dengan orang yang tepat. Kalau kamu lagi di fase ini, kamu gak sendirian," pungkasnya.
Dalam tulisan itu Shindy menyinggung soal luka batin yang ditimbulkan oleh orang terdekatnya.
"Gak semua luka terlihat. Ada yang diam, tapi ngena banget… dari kata-kata orang yang harusnya paling menjaga," tulis Shindy.
Lebih lanjut ia menyingkap titik terendah dalam hidupnya dan perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.
"Aku pernah ada di titik itu jatuh, hancur, ngerasa gak cukup. Tapi dari situ juga aku belajar… pelan-pelan bangkit, pelan-pelan kenal diri sendiri lagi," tuturnya.
Di akhir komentarnya, Shindy menyebut tidak perlu menjadi sosok yang sempurna, cukup menjadi diri sendiri untuk tetap bisa dihargai.
"Sekarang aku ngerti, aku gak perlu jadi sempurna buat dihargai. Cukup jadi diri sendiri, di tempat yang tepat, dengan orang yang tepat. Kalau kamu lagi di fase ini, kamu gak sendirian," pungkasnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com